…un pied à terre…
July 16, 2009 by pipitta

histeria swine flu

Keberangkatan saya ke negeri Singa tinggal dua hari lagi. Tapi berita di tv tentang swine flu yang makin menjadi-jadi bikin ngeper juga, nih. Memang sih, sejak awal minggu ini saya udah mulai rutin minum multi vitamin  supaya kondisi badan gak drop. Sialnya, AC di kantor mendadak kerasa super duper dingin banget akhir-akhir ini. Saya mulai agak-agak meler, deh. Menyebalkan.

Pastinya ogah banget lah, nyampe Changi hanya untuk diseret ke rumah sakit dan kemudian diisolasi. Pbbbfffttt.

pig-flu

Jadi gimana, dong?

Well, saya mulai gencar browsing internet dan nyari info sebanyak-banyaknya demi kebaikan dan kesehatan saya sendiri. Terutama supaya acara jalan-jalan dan belanja nanti lancar jaya, xixi. Saya putuskan untuk  take a mental note tentang ini.

Gejala utama swine flu:

  • Demam, batuk, pilek, letih, sakit kepala. Dalam beberapa kasus bisa juga mual, muntah, dan diare. Umumnya sih gejalanya seperti kalo kena flu biasa (walau rasanya saya ga pernah tuh, pilek ampe muntah-muntah)

Pencegahan swine flu:

  • Cara paling ampuh dengan vaksinasi. Masalahnya vaksin swine flu ini belum ada sampai sekarang. Jadi gimana, dong?
  • Kurangi kontak dengan virus dengan cara cuci tangan setiap habis berkegiatan, jangan pegang-pegang muka terutama hidung dan mulut, dan hindari kontak dengan penderita
  • Cara lain pastinya ya hindari keramaian dan diem aja di rumah sampai histeria flu ini reda, tapi pan aye mau jalan-jalan, neeeeeeek… ga mungkin dong ngerem aje di kamar… :(
  • Pakai masker bengkuang, terutama di bandara dan di dalam pesawat. Maskernya juga bukan yang model selapis kain warna ijo itu. Itu mah gak ngaruh. Modelnya kayak yang sering dipakai pak polisi kalau lagi ngatur lalu lintas. Kebayang ga sih, saya keluyuran di Orchard sambil pakai masker?? Apa saya perlu lengkapi dengan topi fedora, sebelah sarung tangan putih manik-manik, dan payung hitam?? Hiiii..hiiiii.. then do the moonwalking.

Bagaimana mengobati swine flu:

  • Sampai sekarang yang dipercaya bisa mengobati swine flu ini adalah zanamivir (Relenza) dan oseltamivir (Tamiflu). Tapi penggunaannya harus dengan pengawasan dokter dan gak direkomendasikan untuk gejala flu yang muncul lebih dari 48 jam. Baiknya sih langsung aja ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

So? Doakan sajalah, supaya rombongan sirkus ini sampai di tujuan dengan selamat, kembali ke rumah juga dengan sehat dan selamat. Amiiiiiin.

Referensi dari sini dan gambar dari sini

  •   •   •   •   •
July 15, 2009 by pipitta

bangsa yang paling bahagia…

Saya iseng blogwalking ke rumah irma dan nemu tulisan yang bagus sekali. Setidaknya bagus menurut saya, lho. Jadi ternyata kebahagiaan itu berhubungan erat dengan rasa syukur yang kita miliki. Yeahh, tentunya kamu sudah dengar ini sebelumnya.. Tapi dengan tulisan ini saya ingin mengingatkan diri untuk selalu mensyukuri semua hal…

“Bersyukur, dan berbahagia…”

Yang mau baca, silakan:

… dikutip dari milis b2w-indonesia@yahoogroups.com

——————————————————————————————————————————————————

Ada hasil survei terbaru yang lumayan menghebohkan baru-baru ini. Siapakah  “Bangsa yang Paling Bahagia di Dunia”? Apakah bangsa yang paling makmur?  Paling kaya-raya di dunia? Ternyata tidak juga. Amerika hanya ada di urutan 23. Banyak bangsa-bangsa terkaya, menurut survei ini justru tidak terlalu bahagia. Berdasarkan data yang dikumpulkan Adrian White dari Universitas  Leicester, dengan sumber-sumber yang ekstensif (UNESCO, CIA, the New Economics Foundation, WHO, etc), dan mencakup 80.000 responden di seluruh dunia, maka diperoleh hasil, bahwa bangsa paling bahagia di dunia  adalah…  DENMARK. Dan dari sini juga dihasilkan peringkat global bangsa-bangsa,  dari yang paling bahagia sampai yang paling tidak bahagia.

Inilah daftarnya (20 besar, Satisfaction With Life Index) :
1. DENMARK
2. Swiss
3. Austria
4. Islandia
5. Bahama
6. Finlandia
7. Swedia
8. Bhutan
9. Brunei
10. Canada
11. Irlandia
12. Luxemburg
13. Kosta Rika
14. Malta
15. Belanda
16. Antigua
17. Malaysia
18. Selandia Baru
19. Norwegia
20. Seycheles

Dan yang lainnya :
23. Amerika
26. Australia
35. Jerman
41. Inggris
53. Singapura
64. INDONESIA
76. Thailand
82. China
90. Jepang
102. Korea Selatan
125. India

Dan 3 negara yang paling merana hidupnya adalah :
176. Kongo
177. Zimbabwe
178. Burundi.

INDONESIA, lumayan, berada di urutan tengah, dan lebih bahagia dibanding
saudara-saudaranya sesama manusia di Thailand, China, Jepang, Korea, dan
India. Padahal Jepang, Korea Selatan, dan China jelas-jelas jauh lebih kaya
dan makmur dibanding kita.

Kebahagiaan disini diukur dari kepuasaan subyektif masyarakatnya pada
Tingkat Kesehatan (dan juga akses kesehatan murah), Kekayaan Relatif, dan
Akses Ke Pendidikan. Bangsa yang sehat dan ongkos kesehatannya terjangkau, memiliki kekayaan yang cukup, dan tingkat pendidikannya cukup baik katanya akan relatif lebih bahagia.

Tapi faktor yang juga penting disini adalah tingkat Pengharapan, atau
Ekspektasi terhadap hidup. Semakin rendah ekspektasi masyarakatnya, makin mudah dia bersyukur dan berbahagia. Sedang makin tinggi ekspektasi
seseorang, makin banyak Keinginannya, makin sulit dia merasa puas, dan bahagia.

DAN KENAPA DENMARK PALING BAHAGIA?

Berdasarkan penelitian, orang-orang Denmark sangat bahagia karena mereka selalu merasa hidup mereka cukup. Contentment. Mereka tidak sekaya orang Amerika atau Jepang, tidak punya mobil atau rumah super mewah, tapi mereka bersyukur dengan hidup mereka. Mereka kemana-mana juga lebih suka jalan kaki atau naik sepeda, karena lebih menyenangkan, santai, dan udaranya juga segar. Dan mereka tidak usah pusing soal banyak hal, dari mobil yang mesti bagus, pembayarannya, perawatannya, bensinnya, atau macet di jalan. Naik sepeda memang menyenangkan.

Mereka tentu juga ingin hidup lebih baik, sukses, materi, tapi tidak  merasa
perlu sampai diperbudak kesuksesan. Sukses itu penting, tapi menikmati
hidup, keluarga, dan teman adalah nilai hidup yang utama, dan sukses tidak
perlu mengganggu hal itu. Pendidikan disana gratis. Begitu juga dengan biaya kesehatan, dan Jaminan penuh untuk Hari tua. 3 hal yang mungkin terpenting dalam hidup, dan mereka menikmatinya dengan gratis berkat pemerintahan  yang baik.

Masyarakat Denmark ternyata juga cenderung punya harapan yang rendah.
Mereka berusaha, tapi tidak pernah berharap macam-macam. Ini membuat tiap kesuksesan kecil saja sudah membuat mereka begitu bahagia. Dan bila gagal, mereka lebih gampang menerimanya, dan mereka bisa langsung mulai berusaha lagi. Begitu saja.

Dan bangsa-bangsa lain yang “tidak bahagia”, termasuk banyak negara terkaya di dunia, adalah yang orang-orangnya cenderung tidak pernah puas. Mereka terdikte keinginan dan ambisi-ambisinya. Amerika contohnya punya american dreams. Masalahnya, dan ironi terbesarnya adalah, kalau anda sampai begitu bernafsunya mengejar kebahagiaan (dan kebahagiaan yang lebih besar), anda justru akan terjebak. Terjebak dalam pertempuran merebut kebahagiaan yang tidak pernah berakhir, dan anda justru tidak akan pernah merasakan kebahagiaan itu. Dan ini terbukti secara saintifik.

“Happiness is as a butterfly which, when pursued, is always beyond our
grasp. But which if you will sit down quietly, may alight upon you,”
–  Nathaniel Hawthorne  –

Dan itulah bangsa paling bahagia di dunia. Denmark. Sebuah bangsa dengan masyarakat yang:
1. Bersyukur, bersyukur, bersyukur
2. Punya impian dan keinginan yang realistik
3. Tidak membanding-bandingkan dengan orang lain
4. Jaminan dari pemerintah yang cukup

  •   •   •   •   •
July 6, 2009 by pipitta

pesta buku jakarta 2009

Saya yang gak gawl atau emang gaungnya kurang kedengeran, ya? Kok rasanya kurang dapat info tentang acara ini:

pesta-buku1

Oh, well.. untung aja pas minggu lalu tanggal 27 Juni ketemuan ama Florce dan Ulil di Plasa Senayan, mereka ngasih tau acara ini. So, secara PS deket banget dong, ama GBK, saya langsung aja ngontak suami untuk barengan mampir ke sini.

Mau ngintip belanjaan saya di hari pertama pesta buku dimulai???

Taaddaaaaaaaa…

p6280874

kunjungan pameran tersingkat, dan inilah hasilnya...

Ini pameran tersingkat yang saya kunjungi. Begitu masuk, saya langsung nyari stand favorit saya: Serambi karena berdasarkan pengalaman tahun lalu, diskonnya yang paling gila-gilaan. Saking banyaknya belanja buku di sini, masih ada yang belum dibaca sampai sekarang, hehe. Kalap bo’, soalnya murah banget!

Di stand Serambi saya beli buku The Baby Book. Yah, buat persiapan aja kalau-kalau saya segera dianugerahi bayi. Amiiiiinnn. Harganya dibandrol 209.900rebu. Tapi lah kok ya kebetulan banget pas di hari saya datang , bukunya sedang didiskon. Saya hanya perlu bayar 125rebu saja. Asik, kan?

Trus buku Spot of Bother sebetulnya sudah saya incar sejak tahun lalu, tapi karena merasa sudah beli terlalu banyak, saya tahan-tahan. Nah, tahun inilah saatnya. Bayangin aja, dari harga yang kalau gak salah sekitar 45-50rebu gitu, buku ini bisa dibeli dengan harga 17.500 saja!

Media Diet for Kids saya beli karena harganya juga 17.500. Isinya ga terlalu menarik, toh saya sudah tahu kalau anak-anak gak boleh terlalu lama dijejali dengan tontonan di TV. Tapi ya saya beli juga, deh. Lumayan. Gak rugi juga.

Lalu saya mampir ke stand Mizan. Di sini diskonnya gak kerasa. Hanya karena saya masih juga belum baca Kite Runner, saya beli bukunya. Harga setelah diskon sekitar 49rebu. Masih kerasa mahal, ya. Jadi saya tahan diri aja gak beli buku yang lain di sini.

Gak mau lagi KEBANYAKAN beli buku, setelah bayar di kasir Mizan saya langsung minta pulang. Suami sampai heran. Tapi saya lebih mencemaskan kondisi dompet saya dan suami kalau kelamaan nangkring di sini, hehe.

Dipikir-pikir, mestinya saya datang dan belanja tuh pas hari terakhir pameran, ya? Supaya diskonnya lebih nampol, gitu. Tapi ya, sudahlah.. toh saya sudah dapat semua buku yang saya mau. Ingat, buku yang dibeli tahun lalu masih banyak yang belum dibaca!

Sampai jumpa di pesta buku tahun depan!

Poster nyulik dari sini

  •   •   •   •   •
July 6, 2009 by pipitta

(akhirnya) ngomongin Michael Jackson

Heran aja, kenapa sih repot amat soal lagu Give Thanks to Allah? Buat saya kalo emang suka lagunya ya sok aja dengerin, mau penyanyinya Michael Jackson atau Zain Bikha mestinya ga jadi masalah, dong?

mjLebih heran lagi waktu iseng nonton tayangan di TV, seorang pembeli kaset bekas di daerah Cihapit berkomentar dia berburu lagi kaset MJ karena menurutnya Jacko ini muslim. Hayah, plissss deeeeeehhhh.

Buat saya pastinya ga ada hubungannya antara musik dan agama yang dianut penyanyinya. Kalau saya suka lagunya, ya suka aja. Penyanyinya mau muslim, kristen, hindu, buddha, konghucu, pagan, atau apalah, itu mah urusan dia sendiri. Terserah. Titik.

Dan ya, saya suka lagu-lagu Michael Jackson. Bukan karena (konon) dia sudah pindah agama jadi Islam. Apakah dia taat beribadah sebagai umat Kristen Saksi Jehovah pun saya gak mikirin. Lagu-lagunya yang jadi favorit saya pun bukan lagu yang video klipnya gencar ditayangkan di TV, dan mulai dijadikan RBT.

Saya suka sekali Liberian Girl, Man In The Mirror, Who Is It, dan Ben. Oh ya, Smooth Criminal juga. Yang lainnya Will You Be There dan Smile.

Saya gak terlalu suka Heal The World dan You Are Not Alone, walau sedikit hapal syairnya. ABC yang dinyanyiin bareng Jackson 5 juga gak suka. Bahkan saya gak suka lagu Thriller dan Black or White, walau senang lihat video klipnya yang keren.

Ini semua masalah selera kuping aja. Jadi walaupun vokalis Debu ganteng banget, saya belum ‘nemu’ lagunya yang klik di kuping, hehe… makanya saya gak bisa bilang saya suka banget ama lagunya. Saya malah lebih suka dengar suaranya Opick. Gak peduli dia gak seganteng Mustafa – Debu. Wahahaha… Maaf ya Opick.. ;p

Btw, saya suka banget suara Andrea Bocelli. Dahsyat. Makanya sempat beli albumnya yang Sacred Arias. Hanya supaya bisa dengar suaranya ;p

gambar dari sini

  •   •   •   •   •
July 6, 2009 by pipitta

Sabtu, 5 Juli?

Jadi yaaaaaa, saya dapet tugas dari Yang Mulia Big Boss Bandung aka Mother untuk hadir di resepsi nikahan anak temannya. TKP-nya di Plaza B*****o di Sudirman. Beliau menitahkan saya untuk datang jam tujuh malam, dan jangan sampai lupa bawa angpau sekian rupiah.

Sebagai anak berbakti yang sakti mandraguna, walaupun lagi sakit perut hebat, saya lakukan perintah sesuai pesanan. Untuk itu saya minum obat pereda nyeri supaya gak datang ke resepsi dengan punggung melengkung terbungkuk-bungkuk menahan sakit perut.

wedSampai di TKP, saya dan suami sempat nyasar-nyasar sedikit untuk sampai di assembly hall-nya. Ternyata di waktu yang sama ada tiga resepsi kawinan sekaligus, dan nama pasangan yang harus saya hadiri acaranya, gak ada. Lho, gimana sih?

Saya langsung telpon Yang Mulia Big Boss Bandung untuk mastiin apa betul acaranya di sini.

Nama yang kawinan siapa? X melawan Y

Gedungnya di mana? Plaza B*****o Lantai 8

Jam berapa? tujuh sampai sembilan malam

Tanggalnya? lima juli

Euuuuhhhhh… saya langsung pengen nangis. Buuuuu, hari ini mah masih tanggal empaaaaaaaat! Berarti acaranya besok, doooooong????

Yang Mulia Big Boss Bandung hanya terkikik-kikik and said sorry and tetap menitahkan saya untuk datang kembali besok malamnya.

Oh well, jadi besok malamnya saya datang lagi ke situ dengan baju kondangan yang sama, sambil berharap-harap semoga gak ada satpam gedung yang mengenali saya datang dua malam berturut-turut dengan kostum yang itu-itu juga. Huh, saya gak mau dicurigai numpang makan gratis!

gambar dari sini

  •   •   •   •   •