…un pied à terre…
September 24, 2009 by pipitta

iseng isi kuis, kok banyak benernya?

Hari pertama ngantor setelah diisi dengan salam-salaman dengan (hampir) semua rekan kerja, termasuk mampir ke lantai direktur utama, hal penting lain adalah ngecek email dan blogwalking kemana-mini. Trus saya dapet link ini, dan iseng ngisi.

Hasilnya sebagai berikut.

Your view on yourself:

You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You are a true romantic. When you are in love, you will do anything and everything to keep your love true.

Your readiness to commit to a relationship:

You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.

The seriousness of your love:

You like to flirt and behave seductively. The opposite sex finds this very attractive, and that’s why you’ll always have admirers hanging off your arms. But how serious are you about choosing someone to be in a relationship with?

Your views on education

Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

The right job for you:

You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

How do you view success:

You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.

What are you most afraid of:

You are afraid of having no one to rely on in times of trouble. You don’t ever want to be unable to take care of yourself. Independence is important to you.

Who is your true self:

You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

Nah, buat kamu yang juga lagi iseng mati gaya ga tau lagi mesti ngapain, isi aja kuisnya and let me know the result. Wink!

  •   •   •   •   •
September 16, 2009 by pipitta

ratu di dapur?? wwwekk!!

kokijakirjaSaya ga terlalu bisa masak. Apalagi kalau bumbunya ribet, dalam arti mesti pakai bumbu selain bawang merah, bawang putih, cabe, gula, garam, dan merica. Saya hanya mau bisa masakan model tumis-tumisan yang simpel. Payahnya, saya gak suka nyicip hasil masakan yang sedang dimasak. Jadi bumbu dicemplungkan halah, bahasa apa juga nih, cemplungkan?? begitu aja dengan takaran sesuka saya. So, masakan keasinan atau ga ada rasa sih hanya bisa diketahui setelah masakannya jadi, hehehe.

Di awal pernikahan, suwami bersikap baik dengan memakan SEMUA masakan saya. Mau keasinan, kepedesan, ataupun gak ada rasa setiap saya tanya: “Enak, ga??” jawabannya pasti: “Enaaaak… Semua masakan kamu gak ada yang gak enak, kok…”

Jadilah saya makin pede masak tumis yang itu-itu lagi. Hihi.

Mungkin karena hampir setiap hari dicekoki masakan yang itu-itu juga, suwami mulai komentar sok polos: “Aku gak akan keracunan, kan, makan ini??”

Tentunya setelah istri baik hati yang sudah mengorbankan waktu leyeh-leyehnya untuk masak manyun karena dituduh meracuni, hasil masakannya toh ludes juga.

Hingga tibalah saat suwami habis kesabaran dan MOGOK makan tumis-tumisan. Caranya licik halus sih, pulang dengan membawa makanan jadi. Katanya: “supaya kamu gak capek-capek masak, aku beliin ini…” dan setiap kali saya berniat masak, dengan tegas dia akan bilang: “Gak usah masak! Nanti kamu capek!”

Singkat cerita, akhirnya saya tahu yang sebenarnya. Suwami bosan disuguhi tumisan yang itu-itu juga dengan rasa hancur-hancuran yang gak bisa ditebak kapan tawar dan kapan enaknya.

Well, dalam pernikahan konon komunikasi dan kompromi jadi kunci penting. Tsah. Jadilah akhirnya saya berkompromi. Suwami akan makan masakan saya dengan syarat:

  1. Masakan dicicipi saat MASIH DI ATAS KOMPOR, bukan setelah disimpan DI PIRING, supaya ketahuan kalau kurang bumbu atau keasinan.
  2. Tidak memasak tumisan yang itu-itu saja. Selain bokcoy, brokoli dan baby corn, kira-kira apa yang bisa ditumis, sih?
  3. Tidak nyambel dengan hasil ulekan yang TERLALU lembut, harus  kelihatan sedikit rajangan cabenya. Lho, selama ini saya kira kalo berhasil ngulek sambel dengan lembut seperti habis diblender, itu tandanya hebat..
  4. Dilarang meracuni suwami. Kalau hasil masakan saya rasanya adul-amburadul, harus saya habiskan sendiri.

Saya terima dengan catatan besar: Saya hanya akan masak makanan yang saya suka, yaitu kangkung, bayam, bokchoy, kacang polong, baby corn, brokoli, dan sayuran jenis dedaunan hijau lainnya. Kesukaan suwami yang BUKAN kesukaan saya seperti kacang panjang, toge, buncis, waluh, terong, dan berbagai jenis sayuran aneh lainnya, BISA DIBELI DI WARUNG TERDEKAT.

Sekian.

PS: Sore ini saya hunting resep dengan bahan dasar tempe. So far, saya udah save tempe penyet, tempe orek, tempe goreng bumbu bali, dan berniat membeli kemiri dan serai untuk variasi bumbu. Tampaknya suwami bakal mati bosan kalau saya terus-terusan masak tumis dengan saus tiram atau tauco.

  •   •   •   •   •
September 14, 2009 by pipitta

bazaar internasional

Tanggal 9 lalu saya diajak teman kantor untuk mampir di bazaar internasionalnya Indian Women’s Association. Dari penyelenggaranya aja udah bisa dipastikan bazaarnya sangat sangat berbau India. Bahkan lagu yang disetel sepanjang bazaar bukan lagu khas bulan puasa kayak lagunya Bimbo, melainkan lagu Indihe yang bikin kepengen joget-joget muterin pohon.

Ini juga jadi kali pertama saya mampir ke hotel Four Seasons. Pengamanannya gileeeeee… kayak mau masuk ke mana aja! Taksi yang saya tumpangi dikerubutin 4-6 petugas keamanan. Pintu semua dibuka, gak hanya bagasi doang. Emang sih, petugas keamanannya sopan dan tersenyum, tapi tetep aja kan, hawanya serem. Setelah taksi kita dinyatakan oke, baru deh pintu gerbang dibuka dan taksi dipersilakan masuk ke depan lobby.

Sebelum masuk lobby tentunya diperiksa lagi. Kali ini ada petugas keamanan perempuan juga yang meriksa saya. Hiyy… berasa di Libya! Eh, saya belum pernah sih, ke sana.. ;p

Masuk ke lobby saya malah berasa kayak nyasar entah di mana. Hampir semua orang bule. Kalopun ada yang gak bule, tampilan dan kostumnya sangat eksotis, sementara saya berkostum seragam kantor yang mirip ibu-ibu darma wanita gitulah.. *sigh*

Whatever, saya toh mau lihat bazaar. Kalau ada yang cucok ya.. bungkus dan bawa pulang! Toh bazaarnya gak pake dresscode ;p

Banyak sekali tunik lucu berbahan sari yang rasanya pengen saya borong. Tapi inti dari berpuasa adalah menahan diri, toooh??? Terutama dari perilaku lebay. Pastinya suwami bakal geleng-geleng kepala kalau saya masih nekat nenteng belanjaan isi baju baru yang gak saya perlukan. Akhirnya saya beli barang-barang gak penting tapi lucu-lucu menurut saya. Kalo dipikir-pikir mending beli baju aja ya, sekalian??

Misalnya ini:

kura-kura batik

Kura-kura batik seharga 20rebu untuk nemenin binatang batik lainnya. Sampai saat ini saya udah punya kodok, kadal dan kura-kura batik. Pemborosan?? Hehe, tampaknya begitu. Tapi seandainya ada binatang batik lainnya, kayaknya saya bakal beli deh ;p

Lalu yang ini saya beli dengan harga 30rebu :

tas daur ulangBagus, yak! Ada banyak pilihan, sih. Diantaranya ngejembre-jembre merk pelembut cucian M***O, trus ada juga merk kopi A*C. Saya pilih yang gambarnya aja, ah. Ga usah pakai merk. Nanti jadi iklan berjalan. Sementara ini tasnya saya fungsikan sebagai tempat alat shalat di kantor. Jadi tas ini bisa saya tenteng dan pamerkan setiap kali saya turun ke mushola. Hehe.

Terakhir, saya sempatkan ke stand henna, daripada penasaran. Hoho, banyak teman saya langsung heboh dan tanya-tanya. Kayaknya sih pada kepingin juga, hehehehe. Masalahnya, gambar yang saya pilih di buku kelihatannya keren banget, tapi kok hasilnya malah uler-uleran kayak gini?? *Sigh*.

tatotatoanBukan tato beneran, lhooo… bahannya dari henna dan akan hilang dalam 2-3 minggu. Bikin beginian cukup 30rebu saja. Well, sekarang aja saya udah ga sabar pengen bikin yang gambarnya sulur-sulur, daun, dan bunga. Kalo perlu sih, pake kupu-kupu juga!

  •   •   •   •   •
September 9, 2009 by pipitta

hibernasi

Hibernation is a state of inactivity and metabolic depression in animals, characterized by lower body temperature, slower breathing, and lower metabolic rate.

Itu menurut link ini. In a away, saya juga hibernasi. Tidak aktif ngeblog dan depresi karena timbangan saya ga turun-turun, padahal bulan puasa udah lewat dua minggu.

Apakah sekarang saatnya bangun?semangat

Hihihi, mestinya dari berminggu lalu, yah. Puasa kan gak bisa dijadiin alasan kenapa produktivitas kita menurun, padahal Perang Badar berlangsung saat Ramadhan.

Semangat yuuuukkk… udah kelamaan nih malas-malasannya… Mulai lagi cerita, posting gak penting, or whatever lah.. ;p

  •   •   •   •   •