…un pied à terre…
October 27, 2009 by pipitta

Selamat hari blogger…

http://pics.brizzly.com/thumb_lg_47V.jpgDua tahun lalu Hari Blogger Nasional dicanangkan Menkominfo Muhammad Nuh pada saat Pesta Blogger.  Kalau pas Hari Batik kebanyakan orang merayakannya dengan pakai batik kemana-mana, nah.. di Hari Blogger ini dirayainnya dengan cara apa?

Yah, saya mungkin akan merayakannya dengan berkunjung ke blog teman-teman lama dan baru, dan (seperti biasa) posting-posting gak penting. Haha, sooo lame!

Intinya sih mau ngucapin SELAMAT HARI BLOGGER aja, dan berharap semoga kasus Bu Prita TIDAK AKAN PERNAH terjadi lagi. Eh, dia mah ngirim email komplen yah, bukan ngeblog ;p

  •   •   •   •   •
October 20, 2009 by pipitta

pasta a la pipitta

Ritme memasak saya banyak berubah. Awal-awal punya suwami, saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk masak makan malam untuk berdua. Tapi kok lama-lama jadwal kerja yang gak teratur pleus rasa malas kesibukan ini itu dan keinginan yang sangat kuat untuk gogoleran aja setelah pulang kantor, membuat suwami memutuskan saya gak perlu masak on weekdays. Hihihih… asiiiiiikkkk!!!

Jadilah jadwal masak saya hanya di hari sabtu dan minggu aja. Isn’t that funnnn…!!! cupcupmwahmwah, suwamiiii :)

Sedikit pamer berbagi resep anak kos, silakan dicoba masakan berikut. Gak ribet, kok, karena saya paling malas masak yang ribet-ribet. Dan harga belanjanya cukup bersahabat dengan isi dompet. Soalnya bisa untuk dua kali makan berdua, alias EMPAT PORSI. Dihitung kasar sih, sekitar 50rebu untuk masak resep ini. Trus kalau masih ada sisa saus dagingnya, bisa untuk campuran telur dadar atau dimakan aja ama nasi hangat. Enyaaaaaakkk…

Pasta a la pipitta ini terserah aja pastanya mau yang kayak gimana. Menurut suwami, kalau milih spaghetti maka rasa masakannya agak-agak mirip mie ayam, yang berarti kurang internasional dong, ya. Jadi supaya lebih gaya, dipilih fusilli untuk pastanya. Nah, kan berasa makan di cafe tuh jadinya?

Pastanya kira-kira 200 gram bisa dimakan dua kali untuk dua orang. Terutama dalam keadaan lapar seperti kami berdua. Direbus dalam air dan dikasih minyak sedikit aja supaya gak lengket. Maklum, belum punya wajan anti lengket.

Untuk sausnya, bahannya sebagai berikut:

  • Daging cincang 200 gram. Saya pernah coba 300 gram dan dagingnya buanyakk banget jadinya. Gak bagus untuk dompet, ingat, masih kos neeeh…
  • Bawang bombay 1 butir kalo gede, 2 butir kalo ukurannya kecil. Dicincang halus atau kasar sesuai selera
  • Tomat 2 buah, atau 3 buah kalau suwami doyan tomat, potong sesuai selera
  • Supaya lebih irit, lebih sehat, lebih berwarna, sausnya jangan cuma daging doang. Saya suka tambahin kacang polong dijual di kemasan frozen gitu. Secukupnya aja, rebus duluan.
  • Trus tambah juga sayuran lain, bisa brokoli atau wortel yang dipotong kecil-kecil.
  • Saus tomat botolan boleh dipakai kalau suka.
  • Garam, gula, merica, oregano dan rosemary sesuai selera
  • Minyak goreng

Nah.. itu bahannya.. Bikinnya sih gampang aja:

  • Panasin minyak untuk ngegoreng, trus masukin bawang dan tumis sampe harum
  • Masukin kacang polong, gula, garam, merica secukupnya
  • Tumis daging cincang sampai matang, tambahin oregano dan rosemary
  • Kalau mau agak berkuah, kasih air sedikit
  • Masukin tomat dan brokoli
  • Kalau pakai wortel, ditumis duluan sebelum daging, soalnya agak lama matengnya, kecuali suka wortelnya masih kriyes kriyes, boleh dimasukin belakangan
  • Voila, udah siap…

Untuk yang spaghetti hasilnya seperti ini

yang ijo-ijo itu brokoli ya, bukan pete!

yang ijo-ijo itu brokoli ya, bukan pete!

Dan yang fusilli hasilnya akan seperti ini

gak pakai brokoli, hanya polong aja

gak pakai brokoli, hanya polong aja

Paling enak dimakan berdua hangat-hangat, sambil rebutan saus sambal.. Oh ya, awas ya kalau ada yang ngomentarin porsi pastanya!! ;p

bon appetit…

  •   •   •   •   •
October 16, 2009 by pipitta

sakau liburan…

Saya butuh liburan.

Ah, bukan gitu.

Saya BUTUH liburan.

Beneran deh, akhir-akhir ini rasanya saya gampang capek. Bangun tidur bukannya segar malah maleeeees banget cepet-cepet mandi dan bersiap kerja. Mungkinkah saya stres? Terserang sakit malas tingkat tinggi? Atau malah depresi? Hiiiyyy… amit-amit…

Kayaknya sih jenuh aja dengan rutinitas kantor. Tahun ini kan saya gak bisa ngambil cuti tahunan karena jatahnya adalah cuti besar. Payahnya, karena ini adalah cuti besar pertama saya, ngambilnya harus pas jreng jreng di bulan November. Lama bangeeeeeeuuuuttttt!

Kenapa harus gitu? Ya karena begitulah peraturan di kantor saya. Untuk cuti besar pertama diambilnya harus ngepas saat lima tahun kerja di perusahaan. Lima tahun lagi sih terserah mau diambil di bulan apa. Peraturan yang cukup aneh buat saya, terutama kalau sedang sakau liburan kayak gini.

Saking pengennya berlibur sejak bulan kemarin saya udah rajin banget browsing di sini, di sini, dan malah sempet juga di sini walau akhirnya bingung: emangnya mau pergi ke mana, neeeeng??

Yaaahhhh, namanya gaji masih tujuh digit kan pasti berhitung dan melakukan berbagai teknik pengiritan, sudah pasti saya nyari yang paling murah meriah hore tapi dengan hasil liburan yang maksimal. Tempat yang jadi incaran saya sih kalau gak Bali, ya Singapore. Gak lama, palingan tiga hari aja. Dengan waktu semepet itu ternyata pusing juga ya, nentuin tempat wisata mana yang mau dikunjungi, pleus hotel apa kira-kira yang sesuai budget. Keinginan mah banyak, tapi begitu menyesuaikan dengan isi celengan langsung deh kelimpungan, hihi.

Sebetulnya saya mau aja sih mindahin tempat liburan ke Pulau Seribu, Belitung, Malang, Vietnam, atau ke Pulau Komodo. Tapi suwami langsung ‘nyureng’. Blah. Ternyata kami punya konsep berlibur yang berbeda.. jadi kali ini saya harus kompromi dengan memilih tempat berlibur yang normal, tenang, nyaman, dan tidak ada unsur petualangannya.

Eh hubby, gimana kalo kita liburan di lembang aja? Sekalian bisa makan jagung atau ketan bakar… Gak usah pakai pesawat terbang bisa lebih irit, duwitnya bisa dipakai wifey belanja di FO. Pokoknya kita acting aja sebagai warga Jakarta yang lagi berlibur ke Bandung… wakwawwww…

Dooooohhh… bulan November masih lama, yaaaaaaa???

  •   •   •   •   •
October 7, 2009 by pipitta

I’ll Remember by Madonna

Lagi denger radio dan tiba-tiba ada lagu ini. Sebetulnya ini soundtrack film With Honors yang ceritanya saya gak inget-inget banget karena ga terlalu berkesan, tapi saya suka sekali dengan lagunya.. tambah suka karena liriknya..

Say good-bye to not knowing when
The truth in my whole life began
Say good-bye to not knowing how to cry
You taught me that

Chorus
And I’ll remember the strength that you gave me
Now that I’m standing on my own
I’ll remember the way that you saved me
I’ll remember

Inside I was a child
That could not mend a broken wing
Outside I looked for a way
To teach my heart to sing

And I’ll remember the love that you gave me
Now that I’m standing on my own
I’ll remember the way that you changed me
I’ll remember

I learned
to let go
of the illusion that we can possess
I learned
to let go
I travel in stillness
And I’ll remember
happiness
I’ll remember [I'll remember]
Mmmmm… [I'll remember]
Mmmmm…

And I’ll remember the love that you gave me
Now that I’m standing on my own
I’ll remember the way that you changed me
I’ll remember

No I’ve never been afraid to cry
AND I finally have a reason why
I’ll remember [I'll remember]
No I’ve never been afraid to cry
And I finally have a reason why
I’ll remember [I'll remember]
No I’ve never been afraid to cry
And I finally have a reason why
I’ll remember [I'll remember]

Silakan lho, kalo mau ikutan nyanyi.. tadi saya udah ;p

  •   •   •   •   •
October 2, 2009 by pipitta

gempa, oh gempa…

Gempa. Lagi-lagi gempa. Sekali lagi kita dihajar gempa.

Setelah gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, gempa di Tasikmalaya yang getarannya terasa sampai di kantor saya di Jakarta, tampaknya gempa Padang ini juga sangat dahsyat. Ngeri sekali melihat dampaknya, sejauh yang bisa saya pantau melalui televisi.

Doa saya bersama mereka. Untuk keluarga yang kehilangan suami, istri, anak, saudara, kerabat, harta, dan nyawa. Juga untuk mereka yang terpaksa mengungsi, dan yang terluka, semoga dikuatkan Allah SWT. Digantikan yang lebih baik, dan selalu ada dalam lindungan-Nya.

Nah, bicara soal gempa, jadi sebetulnya kita harus gimana sih, saat terjadi gempa? Sewaktu gempa Tasik yang terasa sampai Jakarta itu, saya sampai kalang kabut dan pusing kepala. Memang sih, gak sampai histeris, cukup sigap membawa HP dan tas saya. Bahkan kepikiran untuk mengganti sendal dengan sepatu di kolong meja. Setelah itu ikut berduyun-duyun dengan yang lain turun tangga darurat. Yang ada di kepala saat itu hanyalah gimana caranya saya cepet-cepet keluar dari gedung. Jalannya hanya lewat tangga darurat karena lift langsung mati. Dan saya pernah baca entah di mana jangan pakai lift saat sedang gempa atau kebakaran. Sepertinya banyak orang yang berpikir sama, karena di  tangga darurat orang-orang berebut turun menuju luar gedung. Berisiknya jangan ditanya: ada yang bertakbir, ada yang aduh-aduhan, ada juga yang marah-marah karena barisan orang didepan turunya ‘lelet’. Huh, ga mikirin apa, kali aja ada ibu hamil yang mesti hati-hati turun tangga?

Saya coba googling dan nemu artikel tentang Segitiga Kehidupan, yang berisi panduan apa yang harus kita lakukan jika terjadi gempa. Tapi ternyata panduan itu dibantah kebenarannya. Itu hanya hoax belaka! Buseeeettt.. untung aja gak saya praktekin kemarin ini. Salah dapat informasi akibatnya bisa fatal, dong. Penjelasan tentang ini bisa dilihat di blognya Mas Pri.

Jadi mesti gimana??

Well.. saya nemu link dari American Red Cross. Masih dalam bahasa Inggris. Tapi intinya, menurut PMA (Palang Merah Amerika) ini, kalau terjadi gempa teknik penyelamatan diri yang dilakukan adalah: Drop, Cover, and Hold On, dengan catatan:

The American Red Cross, being a U.S.-based organization, does not extend its recommendations to apply in other countries. What works here may not work elsewhere, so there is no dispute that the “void identification method” or the “Triangle of Life” may indeed be the best thing to teach in other countries where the risk of building collapse, even in moderate earthquakes, is great.

Blah. Makin puyeng aja, dong. APA YANG HARUS DILAKUKAN?? Sementara saya harus cukup puas dengan membaca ini:

TINDAKAN KITA SAAT TERJADI GEMPA BUMI

Jika gempabumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada.

DIDALAM RUMAH
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.
DI LUAR RUMAH
Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.
DI MALL, BIOSKOP, DAN LANTAI DASAR MALL
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
DI DALAM LIFT
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
DI DALAM KERETA API
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
DI DALAM MOBIL
Saat terjadi gempabumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
DI GUNUNG/PANTAI
Ada kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
BERI PERTOLONGAN
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempabumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar anda.
EVAKUASI
Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempabumi. Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki dibawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah. Bawalah barang-barang secukupnya.
DENGARKAN INFORMASI
Saat gempabumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

Source dari sini


Well.. ada yang mau nambahin??

  •   •   •   •   •