Rebo Nyunda

Arti Bahasa Sunda: Merekedeweng

Subuh tadi, sewaktu sedang kajian kitab Ta’lim Muta’allim, dibahas sedikit soal bagaimana menghadapi orang merekedeweng. Tapi bukan ini sih yang ingin saya tulis. Saya justru pengen ketawa dengan kata merekedeweng itu tadi. Kalau bukan orang sunda, atau bisa berbahasa sunda, pastinya kan gak familiar dengan kata ini.

Jangankan artinya, cara ngucapinnya juga mungkin pabeulit. Laaaah, belum selesai dengan merekedeweng udah ada kata yang baru lagi. Hahaha!

Fyi, merekedeweng itu semua huruf e-nya dibaca dengan e-pepet. Artinya kurang lebih keras kepala. Keras kepala ini lebih ke sikap mempertahankan pendapatnya. Jadi orang yang merekedeweng ini ga mesti secara tampilannya kasar atau keras, lho. Bisa aja dia senyam-senyum biasa, dan kalau dikasih tau sesuatu itu ngangguk-ngangguk, iya-iya, tapi hanya didengar aja, dia akan tetap berlaku sesuai dengan hal yang diyakininya.

Contoh pemakaian dalam percakapan kurang lebih kayak gini:

X: Eh, kok mandinya gak pakai sabun? Malah pakai odol?

Y: Hehehe, iya, soalnya kalau mandi pakai odol itu rasanya dingin-dingin minty gitu. Kan enak, di cuaca yang sedang panas gini. 

X: Yatapi kan mandi yang baik dan benar itu pakai sabun, bukan odol!

Y: Iyasih… kamu betul.. 

Tapinya si Y tetep aja mandi pakai odol dengan santainya, sambil nyanyi-nyanyi pulak.

Lalu X menggerutu dalam hati (luar hati juga bisa, kok): Siyal gue gak diwaro gini, euy. Merekedeweng banget si Y teh. 

Disclaimer: Pokoknya abaikan aja kenapa juga si X dan si Y bisa santai ngobrol di tengah acara mandi, ya. Abaikan juga referensi si Y yang memutuskan untuk mandi pakai odol. Ini mah da contoh aja, sih. Untuk kata-kata tambahan dalam bahasa sunda lainnya, gak dibahas sekarang. Post ini heuseus nulis soal merekedeweng aja.

Please drop a line to say hi :)

%d bloggers like this: