ATM Mandiri saya dijebol orang. Caranya? Mana saya tau. Saya terakhir pakai kartu atm saya di ATM Mandiri Kartika Sari jalan Dago jam 8.24 pagi. Hanya untuk beli pulsa saja, dua kali. Setelah itu hampir seharian saya jalan-jalan di Bandung dengan ibu saya. Ke tukang jahit, ke salon, berkunjung ke kerabat, dan mampir ke Bandung Indah Plaza.
Lalu sekitar jam sembilan malam saya mampir ke drive through ATM Mandiri di jalan Riau untuk tarik tunai. Apa yang terjadi saudara-saudara? Sisa saldo saya hanya tujuh puluh lima ribu rupiah saja.
Padahal ya, hanya sehari sebelumnya saya memindahkan dana tabungan saya dari bank lain ke Bank Mandiri. Jumlahnya delapan juta rupiah. Walaupun uang yang hilang tidak sebesar kasus pembobolan ini, atau yang ini, tapi untuk saya jumlahnya besar. Setidaknya saya bisa beli seekor sapi lokal dengan nilai uang segitu. Dari delapan juta rupiah saya baru sempat mengambil delapan ratus ribu untuk bayar ini itu. Sisanya duduk manis di rekening Bank Mandiri saya.
Ya, duduk manis untuk diambil pencoleng keparat! Entah siapa dan bagaimana caranya bermain. Bukan dengan cara ini. Yang jelas out of the blue ada dua kali penarikan tunai sejumlah lima juta rupiah dan satu kali transfer Rp 2.100.000 ke BII lewat salah satu ATM Bersama di daerah Pondok Mas Baros Leuwigajah, daerah Cimahi.
Yup, tujuh juta seratus ribu rupiah amblas begitu saja. Apakah Bank Mandiri akan mengganti uang saya? Entah. Saya baru buat laporannya kemarin. Saya juga laporkan ke polisi, dibuatkan BAP berisi belasan pertanyaan. Pihak Bank menyuruh saya menunggu 14 hari kerja untuk mengusut masalah penarikan tunai, dan 45 hari kerja untuk masalah transfer. Sementara buat saya menunggu adalah hal paling menyebalkan.
Saya sudah blok kartu ATM saya, walau tak berguna juga karena toh sisa saldonya hanya segitu. Dimakan biaya administrasi juga habis. Tapi saya kapok menyimpan dana lebih dari hmmm, let’s say seratus ribu rupiah, di Bank Mandiri. Keluarga saya yang juga nasabah Bank Mandiri juga sudah sepakat untuk memindahkan dana ke bank lain.
Saya ingin ATM Bank Mandiri di toko kue Kartika Sari diperiksa. Saya ingin pelakunya bisa ditangkap supaya hal ini gak terjadi pada orang lain. Kalau kamu punya rekening di Bank Mandiri, mulailah waspada. Serem juga kalau kejadian kayak kasus yang ini. Saya ingin Bank Mandiri memperbaiki sistem keamanannya. Dan yang paling penting: Saya ingin uang saya kembali.
Saya sebaaaallllll. Sebaaaaallll. Sebal sesebal-sebalnya. Sistem pengamanan macam apa yang dimiliki Bank Mandiri hingga uang saya bisa hilang begitu saja? Masa Bank Mandiri kalah canggih dengan pencoleng?? Saya menjadi nasabah Bank Mandiri kan karena percaya bahwa uang saya akan aman disimpan di situ. Kalau bisa dengan gampangnya dibajak, kan mending saya simpan uang di celengan saja. Atau di buluh bambu. Atau di bawah kasur.
Saya juga sedih, karena saya punya banyak rencana dengan uang itu. Rencana yang melibatkan banyak orang. Sekarang, saya mesti putar otak untuk bisa menjalankan rencana tersebut dengan dana yang minim.
Ya roddad urdud ‘alayya dlollati…
Ya roddad urdud ‘alayya dlollati…
Ya roddad urdud ‘alayya dlollati…

Lebih heran lagi waktu iseng nonton tayangan di TV, seorang pembeli kaset bekas di daerah Cihapit berkomentar dia berburu lagi kaset MJ karena menurutnya Jacko ini muslim. Hayah, plissss deeeeeehhhh.


