Thinking Out Loud

mau ke jaakka

Lima hari sudah si Kunyil ada di kota kelahiran emaknya ini. Gak seperti di Jakarta, di mana kontrakan kami ada di ujung jalan buntu, dan kendaraan yang lewat mayoritas adalah para penghuni gang buntu ini, jalan di depan rumah sekarang ini cukup ramai. Terkadang ada mobil nyasar lewat, mobil penghuni lewat, segala rupa tukang jualan bermotor lewat, lumayan ramai deh.

Jadilah saya melarang si kunyil untuk main-main di jalanan #emakprotektif. Kalau ingin keluar, cukuplah sampai garasi aja. Dan ngintip dari balik pagar.

Kasihan.

Sementara di Jakarta dia terhitung bebas lari-lari di gang. Duduk di tengah gang sambil metikin bunga. Main-main batu, dan sebagainya.

Kasihan.

Itu mungkin makanya kemarin sore saat saya baru pulang kantor, tiba-tiba saja si Kunyil bilang:

“Nawal mau ke Jaakka,”

Begitu terus katanya sambil pakai sendal poohnya, lalu menyuruh saya pakai kerudung karena kami harus cepat-cepat pergi ke Jakarta, atau Jaakka seperti pengucapannya.

Kasihan.

Saya coba jelaskan kalau sekarang dia tinggal di Bandung. Lalu dengan muka murung dia bilang:

“Ga suka Bandung,”

Duh, sayang…

 

Tagged , ,

About Ibun

Careful, cautious and organized. Likes to criticize. Stubborn. Quiet but able to talk well. Calm and cool. Kind and sympathetic. Concerned and detailed. Sensitive. Thinking generous. Tends to bottle up feelings. Hardly shows emotions. Systematic.
View all posts by Ibun →

2 thoughts on “mau ke jaakka

  1. aaah semoga udah makin betah yaaaa….Bandung is a very lovely place to live, Nawal. Tante juga dulu gak suka Bandung, eh tahun kedua jatuh cinta, ini kalo harus ke Jaakka lagi jadi beraaaaat hati ini

    1. jangankan si kunyil.. saya aja masih adaptasi nih ama bandung.. rute2 yang lupa, cuaca yang kok ya winter banget ini, sampe-sampe akhirnya nyerah dan mandi pake air anget! hihihii memalukan ya, secara lahir dan gede di bandung 😛

Comments are closed.