Thinking Out Loud

Pandemi Berakhir Berkat Vaksin Sinochem

Ya, ya, salah satu impian saya saat ini adalah pandemi segera berakhir dengan datangnya berton-ton vaksin Sinochem ke Indonesia. Vaksin datang, lalu sim salabim! Kita semua langsung bisa bebas ke emol, heboh ngantri nonton pelem di bioskop, kongkow di restoran, dilanjut dengan ngopi cantik bareng temen-temen dekat. Belanja online? Apa itu belanja online? Barang yang ingin kita beli sudah seharusnya bisa kita pegang, kita elus bahannya, endus wanginya, dan tenteng kantong belanjaannya.. Yeah… that’s one of my wildest dream right now.

Tapi ya namanya juga mimpi, kenyataan mah pastinya gak semudah itu, fernando (or was it fulgoso? ferguso? vertigo? ah, whatever). Saya pikir sih walaupun vaksin Sinochem sudah didatangkan pemerintah, pastinya kudu dites macem-macem dulu, kan? Entah itu dites dulu tingkat keberhasilannya di Indonesia, soal distribusi vaksin ke berbagai pulau di negara kita, bagaimana penyimpanannya agar aman, harga finalnya, endesbre-endesbre-endesbre, pastilah berbagai sarana prasarana kudu disiapin. Gak mungkin banget vaksin penting diawur-awurin begitu aja. Tentunya bakal melalui serangkaian aturan yang ketat sebelum bisa diedarkan ke masyarakat luas. Palingan baru di tahun depan lah kita bisa mengakses vaksin ini.

Terus selama nunggu vaksin Sinochem siap edar kita ngapain, dong?

Yah… tetap melakukan protokol kesehatan, atuh. Tetap jaga jarak, tetap rajin cuci tangan, tetap gunakan masker kemana-mana, dan juga tetap hindari kerumunan. Sebisa mungkin diam di rumah. Persis seperti yang sudah kita jalani selama berbulan-bulan ini. Sudah  mahir, kan, menerapkan protokol kesehatan? Atau jangan-jangan malah sudah gak pernah lagi melakukan protokol kesehatan? Karena merasa aman-aman aja. Toh berbulan-bulan berlalu, dan ternyata gak pernah ketularan.

Hmmmm… janganlah, ya. Walau sampai sekarang bisa bertahan tetap sehat, dan gak pernah ketularan, bukan berarti gak bisa menularkan. Bisa jadi imun kita kuat, tapi ternyata berpotensi jadi carrier yang bisa menularkan virus ke orang-orang terdekat yang imunnya gak sekuat kita. Bahkan kalaupun kita sudah divaksin, kan bukan berarti kita sama sekali gak akan ketularan. Tapi dengan vaksin, kita dapat kesempatan untuk mendapat imunitas yang lebih baik, dan waktu penyembuhan yang lebih cepat.

pexels-karolina-grabowska-4386466

Jangan bosan lho, baca  warning macam ini terus 😀 Warning yang isinya lagi-lagi  hindari kerumunan, lagi-lagi pakai masker yang bikin sesak, lagi-lagi harus cuci tangan… Euh atuh… namanya juga protokol kesehatan. Keknya sekarang ini  mah harus jadi bagian gaya hidup.  Kudu-harus-wajib dilakukan terus. Coba deh, sekali-kali baca di portal berita,  Indonesia itu termasuk salah satu negara yang kurva penderita covidnya masih naik aja. Belum turun-turun dari kapan tauk. Kenapa bisa gitu coba? Banyak yang kebal, pas kecil biasa main di got. Yahh… warga +62 ini sepertinya masih banyak yang bandel gak menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Buktinya masih banyak, kan kerumunan di mana-mana. Jangankan pakai masker, jarak aman aja dipangkas jadi 20 cm.   #teamgakpercayacovid juga masih ada di beberapa daerah.

Padahal kan gak kurang-kurang, ya, himbauan, pesan, curhat, sampai instastories para tenaga kesehatan di berbagai sosial media.  Kalaupun masih gak yakin itu tenaga kesehatan betulan atau hanya cosplay, kan bisa banget donlot aplikasi halodoc di henpon pintar masing-masing. Itu lhooo, aplikasi yang mempermudah kita untuk akses layanan kesehatan. Bisa banget searching mulai dari apa dan bagaimana virus covid 19, sampai konsul online kalau merasa bergejala tapi belum pede buat ketemu dokter di rumah sakit. Cara pakai aplikasi halodoc super gampil, kok. Tinggal pilih dokter yang dituju, bayar tarif konsul secara online, klik chat, tinggal ketik deh segala macam yang ingin ditanyain. Kalau dokternya kasih resep, langsung nge-link ke apotek yang terdekat dengan alamat rumah. Beneran, aplikasi halodoc ini sangat membantu, terutama buat saya yang masih suka parno datang langsung ke rumah sakit.

Semoga nih, impian saya bisa segera terwujud, ya. Para warga mematuhi protokol kesehatan, gak ada lagi kluster ina inu yang jadi lingkar penyebaran virus covid 19,  dan semoga kehadiran vaksin sinochem ini di Indonesia, dan juga berbagai vaksin lainnya di negara-negara di dunia pada akhirnya bisa mengakhiri pandemi ini. Stay healthy, gaes.

Tagged , ,

About Ibun

Careful, cautious and organized. Likes to criticize. Stubborn. Quiet but able to talk well. Calm and cool. Kind and sympathetic. Concerned and detailed. Sensitive. Thinking generous. Tends to bottle up feelings. Hardly shows emotions. Systematic.
View all posts by Ibun →

1 thought on “Pandemi Berakhir Berkat Vaksin Sinochem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *