«

»

Dec 06

Rest in Peace : Nelson Mandela

I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it…. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear.

Ada saat di mana saya tidak suka Nelson Mandela. Pertama kali saya mendengar namanya adalah ketika muncul berita bahwa ia bercerai dengan Winnie Mandela, istrinya, setelah ia keluar dari penjara. Dalam pikiran saya saat itu: ih, kok tega banget sih cerai dengan istri yang tetap setia menemani saat Mandela menghabiskan 27 tahun di penjara. Dasar cowok!

Yeahh… itu sebelum saya baca kalo Winnie Mandela ternyata terlibat kasus aneh-aneh…

Dan kemudian saya terkejut saat baca Nelson Mandela melakukan rekonsiliasi demi membangun Afrika Selatan yang lebih baik.. *lho, kok kayak kampanyenya siapa ini ya?*

Yang pertama kepikiran, ihhhh kok mau-maunya sih rekonsiliasi sama pihak yang udah menjarain dia puluhan tahun? Ama sipir-sipir penjara yang dulunya nyiksa dia? Kok bisaaaaaaa???

Yang kedua kepikiran, wuiiihhh… berarti Nelson Mandela ini punya hati seluas samudra ya, untuk bisa melakukan rekonsiliasi dengan konsisten. Mulia sekali hatinya!

Makanya saya terkagum-kagum banget ama kebesaran hatinya. Memaafkan mereka yang merampas kemerdekaannya, memaafkan mereka yang menyiksanya. Hadeeeuhhh saya mah ga bisa.. masih suka gondok dan cari celah kalo misalnya dicela orang, masih suka pundungan kalau apa yang direncanakan ‘dirusak’ sama orang lain… *eh, ini kenapa jadi curcol ya?* Pokoknya mah luar biasa bangetlah Pak Nelson! *Ciyeeeeh… sok ikrib bingit..*

Dan pola rekonsiliasi juga telah ditiru Timor Leste. Mereka memilih untuk tidak memperpanjang soal masa lalu, melainkan membangun diri dan bangsa mereka, untuk menjadi negara yang maju dan berdaulat. Seperti yang pernah dikatakan Xanana Gusmao pada saya suatu hari: “Indonesia adalah tetangga terdekat kami, maka yang harus kami lakukan adalah rekonsiliasi.”

Ah well, di mata saya Nelson Mandela telah menaklukan dirinya sendiri, dan karenanya ia telah mewariskan hal yang rasanya sudah hampir punah: Keberanian dan Pengampunan.

Selamat jalan, Madiba!

2 comments

  1. Lidya

    kehilangan sosok tokoh dunia ini ya

    1. pipitta

      Iya mak, terlepas dari kontroversi hubungannya dalam keluarga, Madiba banyak ngasih inspirasi dan bawa perubahan untuk sesamanya..

Comments have been disabled.

%d bloggers like this: