«

»

Jun 30

Sedia Payung Sebelum Hujan Badai*

Kadang saya ngerasa kalo saya ini suka lebay. Misalnya aja, waktu masih hamil si kunyil, udah ribet aja nyari asuransi jiwa yang preminya paling murah tapi UP-nya paling gede. Trus ngegebah-gebah suwami untuk beli polis asuransi jiwa juga, haha! Udah gitu sibuk nyari polis asuransi kesehatan yang kaver segala rupa rawat jalan dan rawat inap, hiks preminya mana mahal-mahal banget… Akhirnya itu mah ga jadi, karena suwami ngingetin toh saya dikaver ama kantor dengan fasilitas yang lumayan. Jadi mending duwitnya dipake buat yang lain. Beli eskaduwa, misalnya.  Gak tau deh, bela-beli asuransi ini diitung lebay atau bagus sebagai early precautions :p

Nah, setelah selesai renovasi rumah, mulai lagi nih.. Belaga-belaga sibuk nyari asuransi properti mana yang paling okeh. Secara dong, rumah punyanya cuma ini doang, mana KPR-nya belum lunas.. Kalo misal kebakaran, kecurian, atau apalah gitu yang bikin rumahnya kenapa-kenapa, keluarga eike mau bobok di manaaaaa??? *gak lupa ngetok meja supaya jangan sampe ada kejadian*

Teuteup.. saya maunya premi yang murah dengan pertanggungan sebesar-besarnya. Ogah rugi nih, ceritanya. Maklumlah namapun mamak-mamak irit. Segala penghematan dilakukan, supaya duit bisa ada sisa. Trus beli eskaduwa. Ihhhh, maksa banget! 😛

Untunglah ada situs www.pasarpolis.com di mana saya bisa bandingin dan pilih produk asuransi properti mana yang cocok di hati dan cocok di dompet. Dompet suwami maksutnya.. Ups 😛

Cara bandingin produknya gampil banget, lah. Pertama, masukin dulu nilai konstruksi bangunan, dan nilai isi bangunan. Trus tinggal pilih deh jenis asuransinya mau yang flexas, atau all risks. Abis itu diisi bakal muncul tampilan kaya gini:

Ceritanya tadi saya pilih yang flexa, eh ternyata ada dua pilihan premi asuransi properti yang bisa diambil. Tapi ada ketentuan pertanggungan yang harus  jadi pertimbangan, lho, sebelum nentuin pilihan.

Ketentuan Pertanggungan

  • Konstruksi Bangunan Kelas I. 
  • Untuk Obyek Pertanggungan dengan Konstruksi Kelas II dan III pertanggungan case by case dan harus mendapatkan persetujuan Asuransi Rama terlebih dahulu.
  • Maksimum Harga Pertanggungan dan akumulasi risiko per blok risiko Rp. 5,000,000,000 (lima milyar rupiah). Dalam hal terdapat Harga Pertanggungan atau   akumulasi melebihi nilai tersebut maka harus mendapatkan persetujuan Asuransi  Rama terlebih dahulu.
Oh.. begono, yah.
Trus kalau saya milih yang all risk, kira-kira gimana ya?? Penasaran, saya coba aja biar bisa bandingin lebih banyak lagi  produknya. Nah, tampilan yang muncul jadi kaya gini:
Ternyata ada enam pilihan produk, yah. Saya skrinsyut empat premi termurah, yang kalau detailnya diklik, terms and conditions berlaku sesuai pilihan produk. Misalnya nih, untuk premi termurah, TC-nya kaya gini:
Sekilas Produk

Tipe: Perlindungan All Risks untuk rumah tinggal
Pembayaran ganti rugi jika terjadi kerugian karena:
1. Kebakaran, Petir, Ledakan, Kejatuhan pesawat, Asap – FLEXAS (Fire, Lightning, Explosion, Aircraft, Smoke)
2. Badai Topan, banjir (kecuali untuk daerah banjir tidak dapat mengcover kondisi ini). Kerusakan karena air/kebocoran pipa
3. Pencurian dengan kekerasan
4. Kerusuhan dan Huru Hara

Pembatasan :
1. Tidak Menjamin gempa bumi, letusan gunung berapi dan tsunami.
2. Objek pertanggungan harus disurvey
3. Objek pertanggungan tidak berada di dalam gang
4. Maksimal pertanggungan Rp ,5 Milyar
5. Non flood front area
6. Kontruksi rumah terbuat dari beton dan baja dan bukan kontruksi kayu
7. Rumah tinggal tidak lebih dari tiga lantai
8. Sewaktu-waktu kondisi dapat berubah sesuai hasil survey

Resiko Sendiri :
1. Klaim FLEXAS: tidak ada Own Risk
2. Kerusuhan , pemogokan, perbuatan jahat : 10% dari klaim, minimum Rp 10 Juta
3. Huru-hara : 10% dari klaim minimal Rp. 15 Juta
4. Pencurian (dengan kekerasan): 10% dari kerugian, minimum Rp 2,5 Juta
5. Banjir, badai, angin topan dan kerusakan akibat air: 10% dari klaim
6. TPL (Third Party Liability – tanggung gugat hukum pribadi) atas kerusakan harta benda: Rp 1 Juta untuk satu kejadian.
7. Personal Accident: tidak ada Own Risk
8. Lain-lain: Rp 1 Juta per kejadian

Haissssshhh.. makin banyak pilihan kenapa makin bingung, ya? Masa sih mesti capcipcup kembang kuncup? Ishh.. jangan dong.. kalau mau jadi konsumen cerdas ya mesti telaten bandingin produk yang satu dengan yang lain, dan yang paling penting sih sesuai kebutuhan. Ama sesuai kantong juga. Kantong suwami tentunya 😀 Gak apalah ribet sekarang, namapun sedia payung sebelum hujan badai. Semoga aja sih gak ada kejadian apa-apa. Tapi kan gak ada salahnya jaga-jaga.

Saya nyiapin proposal dulu ah ke suwami.. Kira-kira mana ya, asuransi properti yang bakal dia setujuin?

2 comments

  1. Lidya

    asuransi penting juga ya untuk kedepannya

    1. pipitta

      sesuai kebutuhan sih, mak.. kalau memang butuh ya pasti penting 🙂

Comments have been disabled.

%d bloggers like this: