<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Chez Pipitta &#187; berpikir</title>
	<atom:link href="http://pipitta.com/tag/berpikir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pipitta.com</link>
	<description>...un pied à terre...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 06:56:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Agustusan</title>
		<link>http://pipitta.com/2010/08/agustusan/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2010/08/agustusan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 08:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Waks, udah agustus lagi, ya?
Kemana aja nih? Sepertinya saya ngilang lama banget dari dunia per-blog-an. Hihihi. Emang sih, saya makin lama makin males update di sini. Ada sih satu blog yang lagi rajin saya &#8216;piara&#8217;, tapi yang itu er-ha-es. Hanya untuk konsumsi pribadi :p
Dan waktu berlalu gak kerasa sampai ternyata kemaren udah 17 Agustus aja, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2010%2F08%2Fagustusan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2010%2F08%2Fagustusan%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Waks, udah agustus lagi, ya?</p>
<p>Kemana aja nih? Sepertinya saya ngilang lama banget dari dunia per-blog-an. Hihihi. Emang sih, saya makin lama makin males update di sini. Ada sih satu blog yang lagi rajin saya &#8216;piara&#8217;, tapi yang itu er-ha-es. Hanya untuk konsumsi pribadi :p</p>
<p>Dan waktu berlalu gak kerasa sampai ternyata kemaren udah 17 Agustus aja, deh. Ya, ya, ya.. Dirgahayu Negeriku yang sudah merdeka selama 65 tahun. Tapi <em>no offense</em>, saya sih malah sedih dengan kemerdekaan ini.</p>
<p>Kemarin kan hampir seharian penuh saya gak kemana-mana. Nongkrong aja di depan tv. Dan ternyata sebagian besar stasiun tv nayangin para veteran kemerdekaan yang hidupnya merana. Yahh&#8230; saya gak tau sih, apa mereka memang merasa nelangsa atau gak, tapi saya yang nontonnya sangat sangat sangat merasa nelangsa, dan marah. Iya, marah karena kok sepertinya negeri ini gak bisa menghargai pahlawannya?</p>
<p>Terus terang saya antipati dengan yang namanya polisi atau tentara. Kenapa? Itu nanti aja ceritanya :p Tapi saya sedih banget banget banget waktu lihat berita tentang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilyas_Karim">Letkol Ilyas Karim</a>, yang bersama 55 temannya sesama tentara udah dapet kavling di Lapangan Banteng untuk jadi tempat tinggal,  tiba-tiba didatengin (entah siapa saya lupa) yang bilang kalau lahan di situ mau dijual ama Soeharto ke Menteri Keuangan. Dijanjikan akan dapat penggantian asal surat aslinya dikumpulin ke orang itu. Setelah surat asli kepemilikan rumah dikumpulin, seminggu kemudian mereka semua diusir begitu aja. Tanpa penggantian. Langsung disuruh beresin semua barang, dan cepat minggat.</p>
<p>Gila!</p>
<p>Duh.. gemes banget deh jadinya. Orang kok bisa ya jahat sampai begitu.. Akhirnya Pak Ilyas ini tinggal di rumah kecil sumpek di pinggir rel kereta di Kalibata. Matanya kena stroke sampai harus diplester, karena kalau kelopaknya nutup, gak bisa ngebuka lagi. Hiiksss.. sediiiih&#8230; <img src='http://pipitta.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ditambah lagi dapet <a href="http://www.suranegara.com/2010/08/negara-terkaya-di-dunia.html">link yang bikin hati tambah nelangsa</a>. Hwaduhhhh.. mata langsung berkaca-kaca begitu lihat gambar seorang veteran kemerdekaan duduk di pinggir jalan sambil makan nasi bungkus <img src='http://pipitta.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> ( Rasanya pengen jambak-jambak para pejabat korup di pemerintahan sana, deh!</p>
<p>Kesimpulannya, apa itu merdeka? Siapa yang sudah merdeka?</p>
<p>Sedih, sedih, sedih.</p>
<p><em>BTW: ini kenapa mau ngelink lambreta banget yah?? </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2010/08/agustusan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>heyyyyyyy&#8230;</title>
		<link>http://pipitta.com/2010/05/heyyyyyyy/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2010/05/heyyyyyyy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 03:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[being stupid]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[gaptek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
where the hell are my widgets???
where?
where?
where?
they.are.all.gone.
blaaaaaaahhhhh
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2010%2F05%2Fheyyyyyyy%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2010%2F05%2Fheyyyyyyy%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>where the hell are my widgets???</p>
<p>where?</p>
<p>where?</p>
<p>where?</p>
<p>they.are.all.gone.</p>
<p>blaaaaaaahhhhh</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2010/05/heyyyyyyy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dongeng kehidupan antah berantah</title>
		<link>http://pipitta.com/2010/05/dongeng-kehidupan-antah-berantah/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2010/05/dongeng-kehidupan-antah-berantah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 03:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan berpendapat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=878</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Alkisah di negeri antah berantah, seorang gadis diperlakukan bagai pajangan kristal luar biasa berharga. Kemana-mana selalu didampingi salah satu anggota keluarga. Bahkan ditetapkan tak boleh pacaran hingga usia 17.
Mungkin si gadis lama-lama begah. Hari gini gak bisa pacaran??? GAK BANGET. Dia tinggal di kota metropolitan di mana gadis  bawah umur bisa berlaku sesuka hati. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2010%2F05%2Fdongeng-kehidupan-antah-berantah%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2010%2F05%2Fdongeng-kehidupan-antah-berantah%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://pipitta.com/wp-content/uploads/2010/05/love-letter.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-879" title="menujuklaten.blogspot.com" src="http://pipitta.com/wp-content/uploads/2010/05/love-letter.jpg" alt="" width="116" height="116" /></a>Alkisah di negeri antah berantah, seorang gadis diperlakukan bagai pajangan kristal luar biasa berharga. Kemana-mana selalu didampingi salah satu anggota keluarga. Bahkan ditetapkan tak boleh pacaran hingga usia 17.</p>
<p>Mungkin si gadis lama-lama <em>begah</em>. Hari gini gak bisa pacaran??? GAK BANGET. Dia tinggal di kota metropolitan di mana gadis  bawah umur bisa berlaku sesuka hati. Orang tua yang biasa mengekang dilaporkan saja ke Komnas Perlindungan Anak, demi ijin pacaran bisa keluar segera.</p>
<p>Begitulah.<em> </em></p>
<p>Si gadis lompat dari jendela kamar dan kabur dari rumah. Mengadu pada Komnas Perlindungan Anak bahwa ia telah diperbudak dan jadi tulang punggung keluarga di usia masih begitu muda. Tak hanya itu, bahkan ia sering dipukuli ibunya sendiri. <em>Maka selamatkanlah anak malang ini, wahai KPA</em>. Mungkin begitu kira-kira inti permohonan si gadis.</p>
<p>Para pendengar setia laporan &#8220;investigasi kasus dan masalah orang lain&#8221; di televisi tentu terhenyak. Kok ternyata sebegitu malang hidup si gadis berwajah <span style="text-decoration: line-through;">boros</span> imut-imut ini.</p>
<p>Apakah ia kabur karena dipaksa seseorang yang katanya pacarnya? Gadis itu menolak mati-matian. Ia <em>keukeuh</em> kabur karena kerasnya perlakuan dari orang tua. Apakah betul ia sering dipukuli orang tua? Giliran orang tua yang menyanggah kabar itu. Jadi berita mana yang benar dan mana yang bualan?</p>
<p>Setelah si gadis berhasil dijemput <span style="text-decoration: line-through;">paksa</span> keluarga,  belakangan si gadis mulai bicara. Menyebut-nyebut nama seorang pemuda yang dituduhnya telah mempengaruhi cara berpikirnya, sampai ia berani lompat jendela, kabur dari rumah, <span style="text-decoration: line-through;">hanya pamit pada anjing kesayangan,</span> dan sempat tidur di kantor polisi sebelum ditampung di rumah penampungan sosial.</p>
<p><em>Hmm.. memangnya si gadis tak punya cukup kecerdasan otak untuk menyadari apa yang telah ia lakukan dan apa resikonya kelak, sehingga perlu menyalahkan orang lain untuk disalahkan?</em></p>
<p>Tidak hanya itu, bahkan surat cinta sang pemuda dibeberkan pula di media.</p>
<p>Sampai di sini cibiran saya pada drama si gadis yang tadinya tiga cm bertambah menjadi sembilan cm. <em>Well, can you imagine how long is that? </em></p>
<p>Menurut saya sangat sangat sangat tidak sopan membeberkan surat yang bersifat pribadi pada khalayak ramai. Kalau pun si pemuda telah sangat bersalah pada si gadis, apa perlu dibalas dengan cara norak dan kampungan ini? Sampai-sampai isi surat cinta bisa dikutip dan dibaca seluruh dunia?</p>
<p>Sebelum si gadis mengarahkan telunjuknya untuk menyalahkan orang lain, saya ingin sekali menyodorkan cermin padanya. Lalu berkata: <strong><em>Inilah penjahat sesungguhnya&#8230;</em></strong></p>
<p>*Kisah ini fiktif belaka. Kesamaan cerita, nama dan tempat hanya kebetulan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2010/05/dongeng-kehidupan-antah-berantah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Frankly, my dear, I don&#8217;t give a damn.</title>
		<link>http://pipitta.com/2010/01/frankly-my-dear-i-dont-give-a-damn/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2010/01/frankly-my-dear-i-dont-give-a-damn/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 04:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Saya tidak pernah bertanya kenapa kamu belum juga menikah, atau kenapa kamu belum punya pacar. Saya tidak meminta kamu memamerkan menceritakan siapa, apa, dan bagaimana orang yang kamu akui sedang dekat saat ini.
Jadi jujur saja, saya hampir menampar mulut kurang ajarmu yang berani berkata: KOK MAU, SIH???
Ya, hampir. Tidak jadi karena saya berpikir bukan salahmu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2010%2F01%2Ffrankly-my-dear-i-dont-give-a-damn%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2010%2F01%2Ffrankly-my-dear-i-dont-give-a-damn%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya tidak pernah bertanya kenapa kamu belum juga menikah, atau kenapa kamu belum punya pacar. Saya tidak meminta kamu <span style="text-decoration: line-through;">memamerkan</span> menceritakan siapa, apa, dan bagaimana orang yang kamu akui sedang dekat saat ini.</p>
<p>Jadi jujur saja, saya hampir menampar mulut kurang ajarmu yang berani berkata: KOK MAU, SIH???</p>
<p>Ya, hampir. Tidak jadi karena saya berpikir bukan salahmu juga kalau<strong> tidak diajari</strong> sopan santun oleh ibumu. Juga ayahmu. Mereka mungkin <strong>lupa</strong> mengajarimu budi pekerti, atau malah menganggap hal semacam itu <strong>TIDAK PENTING</strong>, dan kamu boleh bersikap sekurang ajar yang kamu mau.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-541" href="http://pipitta.com/2010/01/frankly-my-dear-i-dont-give-a-damn/marriage/"><img class="alignleft size-full wp-image-541" title="http://breakthroughtogod.wordpress.com" src="http://pipitta.com/wp-content/uploads/2010/01/marriage.jpg" alt="http://breakthroughtogod.wordpress.com" width="98" height="150" /></a>Suami saya memang tidak tampan, buat kamu mungkin tidak enak dilihat. Ia juga bukan anak pejabat atau orang terkaya nomor sekian di belantara Jakarta ini. Tapi tahukah kamu bahwa ia sangat sangat sangat mencintai dan menyayangi saya?</p>
<p>Ia selalu memperhatikan kesehatan saya. Ia selalu ingin hari-hari saya menyenangkan. Ia selalu memastikan saya merasa nyaman. Ia membolehkan saya melakukan hal-hal yang saya sukai. Saat bertengkar,  dan saya gengsi meminta maaf, ia akan mencium kening saya dan membisikkan permohonan maaf.</p>
<p>Ah, rasanya  model suami seperti itu tidak masuk dalam hitunganmu. Mungkin buatmu suami harus setampan model dan sekaya Paman Gober. Kamu sendiri berkata dengan bangga bahwa kamu<em><strong> </strong>matre</em><em><strong>. </strong></em><strong></strong></p>
<p><strong>Frankly, my dear, I don&#8217;t give a damn. </strong></p>
<p>Apakah kamu matre, melajang hingga kini, berhubungan dengan duda kaya, <strong>w.h.a.t.e.v.e.r</strong></p>
<p>Itu semua pilihanmu, dan saya <strong>TIDAK PERNAH</strong> mempertanyakannya. Saya menghormati pilihan kamu. Jadi rasanya adil kan, kalau saya minta kamu juga menghormati hubungan saya dan suami saat ini? Apapun kekurangan suami, saya terima. Ia pun begitu terhadap saya. Jadi jangan pernah lagi mempertanyakan &#8220;<em>kok mau sih</em>&#8221; menikah dengan orang seperti suami saya.</p>
<p>PS: Saya bukan ember. Jadi tenang saja, segala ceritamu tentang <em><strong>dia</strong></em> tidak akan keluar dari mulut saya. Kecuali&#8230; kecuali kalau kamu sendiri embernya&#8230; <em>*wink*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2010/01/frankly-my-dear-i-dont-give-a-damn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>catatan akhir tahun</title>
		<link>http://pipitta.com/2009/12/catatan-akhir-tahun/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2009/12/catatan-akhir-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 10:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[alhamdulillah]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[bismillah]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Akhirnya timbunan pekerjaan ini selesai juga!
Maksudnya kerjaan di 2009. Kalau kerjaan untuk 2010 sih udah numpuk di meja saya. Grrrmmmbblll.
&#8230;
Well.. niatnya sih mau evaluasi tahun 2009. Tapi saya pikir di tiap-tiap hari yang dihabiskan di tahun ini pasti ada naik turunnya. Senang dan sebalnya. Kemudahan dan kesulitan, semuanya silih berganti. Kehidupan itu seperti roda yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F12%2Fcatatan-akhir-tahun%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F12%2Fcatatan-akhir-tahun%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Akhirnya timbunan pekerjaan ini selesai juga!</p>
<p><em>Maksudnya kerjaan di 2009. Kalau kerjaan untuk 2010 sih udah numpuk di meja saya. Grrrmmmbblll.</em></p>
<p>&#8230;</p>
<p><a rel="attachment wp-att-511" href="http://pipitta.com/2009/12/catatan-akhir-tahun/ny2009/"><img class="alignleft size-full wp-image-511" title="tolinggi.co.cc" src="http://pipitta.com/wp-content/uploads/2009/12/ny2009.jpg" alt="tolinggi.co.cc" width="123" height="92" /></a>Well.. niatnya sih mau evaluasi tahun 2009. Tapi saya pikir di tiap-tiap hari yang dihabiskan di tahun ini pasti ada naik turunnya. Senang dan sebalnya. Kemudahan dan kesulitan, semuanya silih berganti. Kehidupan itu seperti roda yang berputar: ada saat di atas, ada pula saat terpuruk di bawah.</p>
<p>Apapun yang saya alami di tahun ini, saya berterima kasih. <em>Alhamdulillah.</em></p>
<p>Ya, tahun ini sangat istimewa karena diawali dengan pertunangan saya di bulan Januari, kemudian menikah di Tanah Suci pada bulan Maret. Lebih senang lagi karena cicilan juga selesai di tahun ini, hehehe. <em>Penting, tuh! </em>Selain itu saya juga mendapat banyak kejutan menyenangkan: menang kuis online, kontes menulis, dan masih banyak lagi kegembiraan yang saya alami. Beberapa sempat saya posting,  tapi ada juga kenangan yang terlupakan karena malas menulis.</p>
<p>Untuk kesedihan dan musibah yang saya alami di tahun ini, saya pun berterima kasih. <em>Alhamdulillah.</em></p>
<p>Entah semua itu untuk menguji saya, atau untuk menghukum saya, semoga dengan rasa sakit dan sedih itu saya akan menjadi sosok yang lebih kuat, dan lebih terlatih menghadapi berbagai konflik dalam hidup.</p>
<p>Seperti kutipan favorit saya,</p>
<blockquote><p><strong><em>That which does not kill me, makes me stronger &#8211; Nietzsche</em></strong></p></blockquote>
<p>Sampai saat ini walaupun sempat jatuh bangun,  saya masih segar bugar. Jadi saya cukup yakin akan menjadi lebih kuat lagi, lagi, dan lagi setelah diterpa semua kesulitan dan kepedihan hidup.</p>
<p><em>Ciyeeeeeeh&#8230; serius banget nih, nulisnya. </em></p>
<p>So, menghadapi 2010 besok, saya sih <strong>bismillah </strong>ajalah. Semoga tahun 2010 menjadi tahun yang baik untuk saya, keluarga, kerabat, dan teman-teman tersayang. Menjadi tahun yang membahagiakan, menyenangkan, dan juga penuh kejutan! <em>Yessssss, I DO love surprises <img src='http://pipitta.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p><a rel="attachment wp-att-512" href="http://pipitta.com/2009/12/catatan-akhir-tahun/ny2010/"><img class="alignleft size-full wp-image-512" title="istockphoto.com" src="http://pipitta.com/wp-content/uploads/2009/12/ny2010.jpg" alt="istockphoto.com" width="123" height="84" /></a>Mari kita tutup tahun 2009 dengan penuh gembira, dan menyambut tahun 2010 dengan semangat baru!!!</p>
<p><em>Yeayyyy&#8230;</em></p>
<p>PS: Tadinya saya akan menulis tentang apa aja rencana saya yang gagal dilakukan di 2009, dan apa yang ingin saya lakukan di 2010. Tapi kok jadi nulis ginian, ya? Biar, deh. Hhihihi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2009/12/catatan-akhir-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>gempa, oh gempa&#8230;</title>
		<link>http://pipitta.com/2009/10/gempa-oh-gempa/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2009/10/gempa-oh-gempa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 07:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Gempa. Lagi-lagi gempa. Sekali lagi kita dihajar gempa.
Setelah gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, gempa di Tasikmalaya yang getarannya terasa sampai di kantor saya di Jakarta, tampaknya gempa Padang ini juga sangat dahsyat. Ngeri sekali melihat dampaknya, sejauh yang  bisa saya pantau melalui televisi.
Doa saya bersama mereka. Untuk keluarga yang kehilangan suami, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F10%2Fgempa-oh-gempa%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F10%2Fgempa-oh-gempa%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Gempa. Lagi-lagi gempa. Sekali lagi kita dihajar gempa.</p>
<p>Setelah<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Samudra_Hindia_2004" target="_blank"> gempa dan tsunami di Aceh</a> tahun 2004 lalu, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Tasikmalaya_2009" target="_blank">gempa di Tasikmalaya</a> yang getarannya terasa sampai di kantor saya di Jakarta, tampaknya gempa Padang ini juga sangat dahsyat. Ngeri sekali melihat dampaknya, sejauh yang  bisa saya pantau melalui televisi.</p>
<p>Doa saya bersama mereka. Untuk keluarga yang kehilangan suami, istri, anak, saudara, kerabat, harta, dan nyawa. Juga untuk mereka yang terpaksa mengungsi, dan yang terluka, semoga dikuatkan Allah SWT. Digantikan yang lebih baik, dan selalu ada dalam lindungan-Nya.</p>
<p>Nah, bicara soal gempa, jadi sebetulnya kita harus gimana sih, saat terjadi gempa? Sewaktu gempa Tasik yang terasa sampai Jakarta itu, saya sampai kalang kabut dan pusing kepala. Memang sih, gak sampai histeris, cukup sigap membawa HP dan tas saya. Bahkan kepikiran untuk mengganti sendal dengan sepatu di kolong meja. Setelah itu ikut berduyun-duyun dengan yang lain turun tangga darurat. Yang ada di kepala saat itu hanyalah gimana caranya saya cepet-cepet keluar dari gedung. Jalannya hanya lewat tangga darurat karena lift langsung mati. Dan saya pernah baca entah di mana jangan pakai lift saat sedang gempa atau kebakaran. Sepertinya banyak orang yang berpikir sama, karena di  tangga darurat orang-orang berebut turun menuju luar gedung. Berisiknya jangan ditanya: ada yang bertakbir, ada yang aduh-aduhan, ada juga yang marah-marah karena barisan orang didepan turunya &#8216;lelet&#8217;. <em>Huh, ga mikirin apa, kali aja ada ibu hamil yang mesti hati-hati turun tangga? </em></p>
<p>Saya coba googling dan nemu artikel tentang <a href="http://apakabardunia.com/2009/09/segitiga-kehidupan-tips-aman-saat-terjadi-gempa-bumi/" target="_blank">Segitiga Kehidupan</a>, yang berisi panduan apa yang harus kita lakukan jika terjadi gempa. Tapi ternyata panduan itu dibantah kebenarannya. Itu hanya hoax belaka! Buseeeettt.. untung aja gak saya praktekin kemarin ini. Salah dapat informasi akibatnya bisa fatal, dong. Penjelasan tentang ini bisa dilihat di <a href="http://priyadi.net/archives/2006/06/02/segitiga-kehidupan-atau-kematian/" target="_blank">blognya Mas Pri</a>.</p>
<p>Jadi mesti gimana??</p>
<p>Well.. saya nemu link dari American Red Cross. Masih dalam bahasa Inggris. Tapi intinya, menurut PMA (Palang Merah Amerika) ini, kalau terjadi gempa teknik penyelamatan diri yang dilakukan adalah: <a href="http://www2.bpaonline.org/Emergencyprep/arc-on-doug-copp.html" target="_blank">Drop, Cover, and Hold On</a>, dengan catatan:</p>
<blockquote><p><em>The American Red Cross, being a U.S.-based organization, <strong>does not extend its recommendations to apply in other countries</strong>. What works here may not work elsewhere, so there is no dispute that the &#8220;void identification method&#8221; or the &#8220;Triangle of Life&#8221; may indeed be the best thing to teach in other countries where the risk of building collapse, even in moderate earthquakes, is great. </em></p></blockquote>
<p>Blah. Makin puyeng aja, dong. APA YANG HARUS DILAKUKAN?? Sementara saya harus cukup puas dengan membaca ini:</p>
<p><strong>TINDAKAN KITA SAAT TERJADI GEMPA BUMI</strong></p>
<p>Jika gempabumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DIDALAM RUMAH</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu   itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda.   Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda.   Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda   sedang menyalakan kompor maka matikan segera untuk mencegah terjadinya   kebakaran.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI LUAR RUMAH</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di   daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya   kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan   tangan, tas atau apapun yang anda bawa.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI MALL, BIOSKOP, DAN LANTAI DASAR MALL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan.   Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI DALAM LIFT</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau   kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift,   maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat   keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer   gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI DALAM KERETA API</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak   akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap   tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap   informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI DALAM MOBIL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Saat terjadi gempabumi besar, anda akan merasa seakan-akan   roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah   mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan   berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka   keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI GUNUNG/PANTAI</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Ada   kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat   aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan   getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang   tinggi.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>BERI PERTOLONGAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat   terjadi gempabumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan   mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan   pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar anda.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>EVAKUASI</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah   daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempabumi.   Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki dibawah kawalan   petugas polisi atau instansi pemerintah. Bawalah barang-barang secukupnya.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DENGARKAN INFORMASI</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Saat gempabumi besar terjadi, masyarakat terpukul   kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap   tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat   memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas   PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.</p>
<p><em>Source dari <a href="http://118.98.213.22/choirul/how/g/geografi/2_gempa%20bumi.htm" target="_blank">sini</a></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em><br />
<a href="http://118.98.213.22/choirul/how/g/geografi/2_gempa%20bumi.htm" target="_blank"></a></em></p>
<p><!--[if !mso]> <mce:style><!   v\:* {behavior:url(#default#VML);}   o\:* {behavior:url(#default#VML);}   w\:* {behavior:url(#default#VML);}   .shape {behavior:url(#default#VML);}  --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]> <mce:style><!    /* Style Definitions */    table.MsoNormalTable   	{mso-style-name:"Table Normal";   	mso-tstyle-rowband-size:0;   	mso-tstyle-colband-size:0;   	mso-style-noshow:yes;   	mso-style-parent:"";   	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;   	mso-para-margin:0in;   	mso-para-margin-bottom:.0001pt;   	mso-pagination:widow-orphan;   	font-size:10.0pt;   	font-family:"Times New Roman";   	mso-ansi-language:#0400;   	mso-fareast-language:#0400;   	mso-bidi-language:#0400;}  --> <!--[endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"><!--[if gte vml 1]><v:shapetype id="_x0000_t75"  coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"  filled="f" stroked="f"> <v:stroke joinstyle="miter" /> <v:formulas> <v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0" /> <v:f eqn="sum @0 1 0" /> <v:f eqn="sum 0 0 @1" /> <v:f eqn="prod @2 1 2" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @0 0 1" /> <v:f eqn="prod @6 1 2" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="sum @8 21600 0" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @10 21600 0" /> </v:formulas> <v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" /> <o:lock v:ext="edit" aspectratio="t" /> </v:shapetype><v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style='width:86.25pt;  height:55.5pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\PCLENO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\PCLENO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif"   o:href="http://118.98.213.22/choirul/how/g/geografi/gempa%20bumi_files/pic10.gif" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></p>
<p>Well.. ada yang mau nambahin??</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2009/10/gempa-oh-gempa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>hibernasi</title>
		<link>http://pipitta.com/2009/09/hibernasi/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2009/09/hibernasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 07:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabliblu]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[gak penting]]></category>
		<category><![CDATA[hibernasi]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Hibernation is a state of inactivity and metabolic depression in animals, characterized by lower body temperature, slower breathing, and lower metabolic rate. 
Itu menurut link ini. In a away, saya juga hibernasi. Tidak aktif ngeblog dan depresi karena timbangan saya ga turun-turun, padahal bulan puasa udah lewat dua minggu.
Apakah sekarang saatnya bangun?
Hihihi, mestinya dari berminggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F09%2Fhibernasi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F09%2Fhibernasi%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote><p><em><strong>Hibernation</strong> is a state of inactivity and <a title="Metabolism" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Metabolism">metabolic</a> depression in <a title="Animal" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Animal">animals</a>, characterized by lower body temperature, slower breathing, and lower metabolic rate. </em></p></blockquote>
<p>Itu menurut link <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hibernation" target="_blank">ini</a>. In a away, saya juga hibernasi. Tidak aktif ngeblog dan depresi karena timbangan saya ga turun-turun, padahal bulan puasa udah lewat dua minggu.</p>
<p>Apakah sekarang saatnya bangun?<img class="size-full wp-image-323 alignright" title="http://deen10february.files.wordpress.com/2009/04/semangat.jpg" src="http://pipitta.com/wp-content/uploads/2009/09/semangat.jpg" alt="semangat" width="83" height="114" /></p>
<p>Hihihi, mestinya dari berminggu lalu, yah. Puasa kan gak bisa dijadiin alasan kenapa produktivitas kita menurun, padahal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Badar" target="_blank">Perang Badar</a> berlangsung saat Ramadhan.</p>
<p>Semangat yuuuukkk&#8230; udah kelamaan nih malas-malasannya&#8230; Mulai lagi cerita, posting gak penting, or whatever lah.. ;p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2009/09/hibernasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bangsa yang paling bahagia&#8230;</title>
		<link>http://pipitta.com/2009/07/bangsa-yang-paling-bahagia/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2009/07/bangsa-yang-paling-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 10:26:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[blogwalking]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Saya iseng blogwalking ke rumah irma dan nemu tulisan yang bagus sekali. Setidaknya bagus menurut saya, lho. Jadi ternyata kebahagiaan itu berhubungan erat dengan rasa syukur yang kita miliki. Yeahh, tentunya kamu sudah dengar ini sebelumnya.. Tapi dengan tulisan ini saya ingin mengingatkan diri untuk selalu mensyukuri semua hal&#8230;

&#8220;Bersyukur, dan berbahagia&#8230;&#8221;

Yang mau baca, silakan:
&#8230; dikutip [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F07%2Fbangsa-yang-paling-bahagia%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F07%2Fbangsa-yang-paling-bahagia%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya iseng blogwalking ke <a href="http://http://eskrim.multiply.com/" target="_blank">rumah irma</a> dan nemu tulisan yang bagus sekali. Setidaknya bagus menurut saya, lho. Jadi ternyata kebahagiaan itu berhubungan erat dengan rasa syukur yang kita miliki. <em>Yeahh, tentunya kamu sudah dengar ini sebelumnya.. </em>Tapi dengan tulisan ini saya ingin mengingatkan diri untuk selalu mensyukuri semua hal&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>&#8220;Bersyukur, dan berbahagia&#8230;&#8221;</strong></p>
</blockquote>
<p>Yang mau baca, silakan:</p>
<p><em>&#8230; dikutip dari milis </em><a href="mailto:b2w-indonesia@yahoogroups.com"><em>b2w-indonesia@yahoogroups.com</em></a><em> &#8230;</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Ada hasil survei terbaru yang lumayan menghebohkan baru-baru ini. Siapakah  &#8220;Bangsa yang Paling Bahagia di Dunia&#8221;? Apakah bangsa yang paling makmur?  Paling kaya-raya di dunia? Ternyata tidak juga. Amerika hanya ada di urutan 23. Banyak bangsa-bangsa terkaya, menurut survei ini justru tidak terlalu bahagia. Berdasarkan data yang dikumpulkan Adrian White dari Universitas  Leicester, dengan sumber-sumber yang ekstensif (UNESCO, CIA, the New Economics Foundation, WHO, etc), dan mencakup 80.000 responden di seluruh dunia, maka diperoleh hasil, bahwa bangsa paling bahagia di dunia  adalah&#8230;  DENMARK. Dan dari sini juga dihasilkan peringkat global bangsa-bangsa,  dari yang paling bahagia sampai yang paling tidak bahagia.</p>
<p>Inilah daftarnya (20 besar, Satisfaction With Life Index) :<br />
1. DENMARK<br />
2. Swiss<br />
3. Austria<br />
4. Islandia<br />
5. Bahama <em></em><br />
6. Finlandia<br />
7. Swedia<br />
8. Bhutan<br />
9. Brunei<br />
10. Canada<br />
11. Irlandia<br />
12. Luxemburg<br />
13. Kosta Rika<br />
14. Malta<br />
15. <span id="lw_1247561933_0" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc;">Belanda</span><br />
16. Antigua<br />
17. Malaysia<br />
18. Selandia Baru<br />
19. Norwegia<br />
20. Seycheles</p>
<p>Dan yang lainnya :<br />
23. Amerika<br />
26. Australia<br />
35. Jerman<br />
41. Inggris<br />
53. Singapura<br />
<strong>64. INDONESIA</strong><br />
76. Thailand<br />
82. China<br />
90. Jepang<br />
102. <span id="lw_1247561933_1" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc;">Korea Selatan</span><br />
125. India</p>
<p>Dan 3 negara yang paling merana hidupnya adalah :<br />
176. Kongo<br />
177. Zimbabwe<br />
178. Burundi.</p>
<p>INDONESIA, lumayan, berada di urutan tengah, dan lebih bahagia dibanding<br />
saudara-saudaranya sesama manusia di Thailand, China, Jepang, Korea, dan<br />
India. Padahal Jepang, Korea Selatan, dan China jelas-jelas jauh lebih kaya<br />
dan makmur dibanding kita.</p>
<p>Kebahagiaan disini diukur dari kepuasaan subyektif masyarakatnya pada<br />
Tingkat Kesehatan (dan juga akses kesehatan murah), Kekayaan Relatif, dan<br />
Akses Ke <span id="lw_1247561933_2" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc;">Pendidikan</span>. Bangsa yang sehat dan ongkos kesehatannya terjangkau, memiliki kekayaan yang cukup, dan tingkat pendidikannya cukup baik katanya akan relatif lebih bahagia.</p>
<p>Tapi faktor yang juga penting disini adalah tingkat Pengharapan, atau<br />
Ekspektasi terhadap hidup. Semakin rendah ekspektasi masyarakatnya, makin mudah dia bersyukur dan berbahagia. Sedang makin tinggi ekspektasi<br />
seseorang, makin banyak Keinginannya, makin sulit dia merasa puas, dan bahagia.</p>
<p><strong>DAN KENAPA DENMARK PALING BAHAGIA?<br />
</strong><br />
Berdasarkan penelitian, orang-orang Denmark sangat bahagia karena mereka selalu merasa hidup mereka cukup. Contentment. Mereka tidak sekaya orang Amerika atau Jepang, tidak punya mobil atau rumah super mewah, tapi mereka bersyukur dengan hidup mereka. Mereka kemana-mana juga lebih suka jalan kaki atau naik sepeda, karena lebih menyenangkan, santai, dan udaranya juga segar. Dan mereka tidak usah pusing soal banyak hal, dari mobil yang mesti bagus, pembayarannya, perawatannya, bensinnya, atau macet di jalan. Naik sepeda memang menyenangkan.</p>
<p>Mereka tentu juga ingin hidup lebih baik, sukses, materi, tapi tidak  merasa<br />
perlu sampai diperbudak kesuksesan. Sukses itu penting, tapi menikmati<br />
hidup, keluarga, dan teman adalah nilai hidup yang utama, dan sukses tidak<br />
perlu mengganggu hal itu. Pendidikan disana gratis. Begitu juga dengan biaya kesehatan, dan Jaminan penuh untuk Hari tua. 3 hal yang mungkin terpenting dalam hidup, dan mereka menikmatinya dengan gratis berkat pemerintahan  yang baik.</p>
<p>Masyarakat Denmark ternyata juga cenderung punya harapan yang rendah.<br />
Mereka berusaha, tapi tidak pernah berharap macam-macam. Ini membuat tiap kesuksesan kecil saja sudah membuat mereka begitu bahagia. Dan bila gagal, mereka lebih gampang menerimanya, dan mereka bisa langsung mulai berusaha lagi. Begitu saja.</p>
<p>Dan bangsa-bangsa lain yang &#8220;tidak bahagia&#8221;, termasuk banyak negara terkaya di dunia, adalah yang orang-orangnya cenderung tidak pernah puas. Mereka terdikte keinginan dan ambisi-ambisinya. Amerika contohnya punya american dreams. Masalahnya, dan ironi terbesarnya adalah, kalau anda sampai begitu bernafsunya mengejar kebahagiaan (dan kebahagiaan yang lebih besar), anda justru akan terjebak. Terjebak dalam pertempuran merebut kebahagiaan yang tidak pernah berakhir, dan anda justru tidak akan pernah merasakan kebahagiaan itu. Dan ini terbukti secara saintifik.</p>
<p><em> &#8220;Happiness is as a butterfly which, when pursued, is always beyond our<br />
grasp. But which if you will sit down quietly, may alight upon you,&#8221;<br />
<strong> &#8211;  Nathaniel Hawthorne  &#8211; </strong></em></p>
<p>Dan itulah bangsa paling bahagia di dunia. Denmark. Sebuah bangsa dengan masyarakat yang:<br />
1. Bersyukur, bersyukur, bersyukur<br />
2. Punya impian dan keinginan yang realistik<br />
3. Tidak membanding-bandingkan dengan orang lain<br />
4. Jaminan dari pemerintah yang cukup</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2009/07/bangsa-yang-paling-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(akhirnya) ngomongin Michael Jackson</title>
		<link>http://pipitta.com/2009/07/akhirnya-ngomongin-michael-jackson/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2009/07/akhirnya-ngomongin-michael-jackson/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 05:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[michael jackson]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[zain bikha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Heran aja, kenapa sih repot amat soal lagu Give Thanks to Allah? Buat saya kalo emang suka lagunya ya sok aja dengerin, mau penyanyinya Michael Jackson atau Zain Bikha mestinya ga jadi masalah, dong?
Lebih heran lagi waktu iseng nonton tayangan di TV, seorang pembeli kaset bekas di daerah Cihapit berkomentar dia berburu lagi kaset MJ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F07%2Fakhirnya-ngomongin-michael-jackson%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F07%2Fakhirnya-ngomongin-michael-jackson%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Heran aja, kenapa sih repot amat soal lagu <strong>Give Thanks to Allah</strong>? Buat saya kalo emang suka lagunya ya sok aja dengerin, mau penyanyinya Michael Jackson atau <a href="http://http://www.zainbhikha.com/03_blog.html">Zain Bikha</a> mestinya ga jadi masalah, dong?</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-304" title="mj" src="http://pipitta.com/wp-content/uploads/2009/07/mj.jpg" alt="mj" width="130" height="78" />Lebih heran lagi waktu iseng nonton tayangan di TV, seorang pembeli kaset bekas di daerah Cihapit berkomentar dia berburu lagi kaset MJ karena menurutnya Jacko ini muslim. <em>Hayah, plissss deeeeeehhhh.</em></p>
<p>Buat saya pastinya ga ada hubungannya antara musik dan agama yang dianut penyanyinya. Kalau saya suka lagunya, ya suka aja. Penyanyinya mau muslim, kristen, hindu, buddha, konghucu, pagan, atau apalah, itu mah urusan dia sendiri. Terserah. Titik.</p>
<p>Dan ya, saya suka lagu-lagu Michael Jackson. Bukan karena (konon) dia sudah pindah agama jadi Islam. Apakah dia taat beribadah sebagai umat Kristen Saksi Jehovah pun saya gak mikirin. Lagu-lagunya yang jadi favorit saya pun bukan lagu yang video klipnya gencar ditayangkan di TV, dan mulai dijadikan RBT.</p>
<p>Saya suka sekali Liberian Girl, Man In The Mirror, Who Is It, dan Ben. Oh ya, Smooth Criminal juga. Yang lainnya Will You Be There dan Smile.</p>
<p>Saya gak terlalu suka Heal The World dan You Are Not Alone, walau sedikit hapal syairnya. ABC yang dinyanyiin bareng Jackson 5 juga gak suka. Bahkan saya gak suka lagu Thriller dan Black or White, walau senang lihat video klipnya yang keren.</p>
<p>Ini semua masalah selera kuping aja. Jadi walaupun <a href="http://in.musikdebu.com/personnel.htm">vokalis <strong>Debu</strong> ganteng banget</a>, saya belum &#8216;nemu&#8217; lagunya yang klik di kuping, hehe&#8230; makanya saya gak bisa bilang saya suka banget ama lagunya.<em> </em>Saya malah lebih suka dengar suaranya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Opick">Opick</a>. Gak peduli dia gak seganteng Mustafa &#8211; Debu. Wahahaha&#8230; Maaf ya Opick.. ;p</p>
<p>Btw, saya suka banget suara Andrea Bocelli. Dahsyat. Makanya sempat beli albumnya yang<a href="http://www.andreabocelli.com/_html/discDett.php?lang=en&amp;cat=dvd&amp;disc=24"> </a><strong><a href="http://www.andreabocelli.com/_html/discDett.php?lang=en&amp;cat=dvd&amp;disc=24">Sacred Arias</a>. </strong>Hanya supaya bisa dengar suaranya ;p</p>
<p><em>gambar dari <a href="http://andy.web.id">sini</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2009/07/akhirnya-ngomongin-michael-jackson/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>amanah seukuran pas foto</title>
		<link>http://pipitta.com/2009/06/amanah-seukuran-pas-foto/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2009/06/amanah-seukuran-pas-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 09:25:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[bete]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Saya mendaftarkan suami sebagai peserta tambahan di provider kesehatan kantor saya. Setelah isi formulir, saya serahkan pas foto suami sebagai pelengkap persyaratan. Petugas yang menangani permohonan saya menjanjikan kartu tersebut akan selesai dalam waktu dua hari.
Satu minggu lewat tanpa kabar. Hari ini saya tanyakan nasib kartunya. Ternyata kartu belum selesai dengan alasan tidak ada foto. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F06%2Famanah-seukuran-pas-foto%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F06%2Famanah-seukuran-pas-foto%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya mendaftarkan suami sebagai peserta tambahan di provider kesehatan kantor saya. Setelah isi formulir, saya serahkan pas foto suami sebagai pelengkap persyaratan. Petugas yang menangani permohonan saya menjanjikan kartu tersebut akan selesai dalam waktu dua hari.</p>
<p>Satu minggu lewat tanpa kabar. Hari ini saya tanyakan nasib kartunya. Ternyata kartu belum selesai dengan alasan tidak ada foto. Lho, jadi foto yang saya serahkan dulu itu dikemanakan? Masa ditaruh di dalam dompet petugasnya?</p>
<p>Saya minta langsung dihubungkan dengan petugas yang dulu menerima formulir saya. Pada akhirnya sih dia mengakui sudah terjadi kelalaian, apalagi saya merepet panjang pendek dan mempertanyakan :</p>
<ol>
<li>Kenapa foto bisa sampai hilang? Itu kan salah satu bentuk amanah, dong.. Masa amanah sekecil foto 2&#215;3 aja gak bisa handle?</li>
<li>Kenapa gak ada info bahwa foto hilang? Jadi kalau sampai bulan depan saya gak tanya kartu, sebulan juga kartunya dicuekin sampai akhirnya saya tanya?</li>
</ol>
<p>Well,  sore tadi si petugas datang ke tempat saya untuk mengambil foto yang baru, berarti pas foto suami betul-betul dinyatakan hilang. Bukan keselip atau apalah. Dia juga bilang kartunya akan selesai BESOK.</p>
<p>Saya yang udah kenyang marah-marah via telpon tadi udah malas komentar. Terserahlah mau jadi kapan. <em>Ditambah ilfil juga karena dia datang bawa teman satu orang. Ngapain? Takut saya omelin lagi? Atau takut saya kepruk pakai buku laporan keuangan? </em></p>
<p>Tapi sekarang saya jadi kepikiran, apa selama ini saya juga udah teguh menjalankan amanah yang dipercayakan?</p>
<p>Jangan-jangan tanpa disadari saya pernah melalaikan amanah yang lebih besar daripada pas foto ukuran 2&#215;3.</p>
<p><em>Duhduhduh, ampun ya Allah.. <img src='http://pipitta.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2009/06/amanah-seukuran-pas-foto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
