…un pied à terre…
June 24, 2011 by pipitta

donor asi

Teman saya, seorang ibu dengan asi melimpah ruah, sudah dua kali empat kali mendonorkan asinya. Entah berapa botol. Mungkin belasan, atau bisa jadi juga puluhan.

Wow.

Buat saya dia hebat. Asi adalah makanan utama bayi agar bisa tumbuh dan berkembang. Tak ada yang bisa mengalahkan asi sebagai sumber kehidupan bayi. Jadi berbagi asi hingga puluhan botol berarti juga mengupayakan seorang bayi untuk tumbuh sehat dan mendapat suplai makanan penuh gizi yang diperlukan.

Saya ingin menirunya. Saya juga ingin berbagi asi. Menjadi donor asi. Tapi apa bisa? Asi saya sepertinya tidak terlalu banyak. Malah pernah drop sewaktu saya mengonsumsi pil kb, dan malas memompa. Apalagi saya masih ragu dengan hukum mendonorkan asi. Apakah langsung menjadi saudara sesusu dengan seluruh keluarganya?

Begitulah, ada sejumlah pertimbangan yang menyebabkan saya menunda-nunda mendonorkan asi yang tak seberapa banyaknya yang ada di kulkas.

Sampai saya membaca tweet di timeline saya:

Dicari #donorASI utk bayi perempuan(muslim)usia 2h. Kondisi bayi dgn celah bibir & langit2 mulut.

Entah kenapa saat itu hati saya tergerak. This is it. I must do something for this baby girl.

Tapi saya harus memastikan dulu bagaimana hukumnya menurut Islam. Ada sejumlah pendapat yang berbeda. Saya bertanya dulu pada uwak saya. Turns out menurut beliau, yang menjadi saudara sesusu hanyalah si bayi penerima asi. Saudara-saudaranya tidak. Yah, walau penerimanya bayi perempuan saya sih merasa perlu mendata identitasnya. ‘Cos she shares the same milk as my daughter.

Jadilah kalau begitu! Saya hitung persediaan asip di kulkas. Rasanya kalau saya donasikan 900 ml, tidak akan jadi masalah. So, langsung saya hubungi contact person yang menyiarkan kebutuhan asi tersebut. Saya katakan saya bersedia mendonorkan 10 plastik asip.

Tapi oh, ternyata tidak semudah itu menjadi donor asi. Saya pikir tinggal bilang ya, asi akan diambil, dan.. selesai. Ternyata tidak. Contact person yang saya hubungi baru menjawab besok harinya, setelah jam makan siang, itupun tidak yakin akan ada yang bisa mengambil ke tempat saya.

Well, these asi must go away!

Kalau tidak ada yang bisa mengambil, kenapa tidak diantar saja sekalian? Toh sudah ada layanan jasa pengantaran asi yang bisa dihubungi segera via sms. Dua jempol untuk layanan ini. Begitu saya sms, dengan cepat saya sudah dapat info jam berapa asi bisa diambil berikut biaya pengantaran.

Saya malah agak sedikit kecewa dengan pihak penerima asi. Saya sudah sampaikan bahwa asi akan diantar sore itu juga, ternyata saat kurir asi tiba di tujuan, contact person yang sedari awal saya hubungi sudah pulang ‘kantor’! Tanpa berpesan apa-apa pada saya. Untunglah saya masih menyimpan satu nama lain yang bisa menerima asi tersebut, dan berkat koordinasi yang baik pada pihak layanan kurir asi, kiriman berharga itu akhirnya bisa diterima yang membutuhkan.

Yah, kekecewaan saya tidak berarti dibanding berharganya asi tersebut untuk bayi penerima. Jadi biarkan saja. Tidak perlu saya ambil pusing, walau masih juga belum ada konfirmasi identitas bayi penerima asi. Ini penting buat saya, karena bayi ini akan jadi saudara sesusu anak saya.

Sedikit kekecewaan tidak akan menyurutkan keinginan saya untuk berbagi (lagi) air kehidupan ini. Berikutnya, mungkin untuk putri sepupu saya dulu, setelah itu barulah saya cari penerima lainnya :)

Nah, buat para ibu yang punya asi berlebih, boleh lho follow @aimi_asi di twitter supaya update terus dengan kabar baby mana aja yang butuh asi.. :)

  •   •   •   •   •
June 13, 2011 by pipitta

resah.. resah..

Ya, saya memang lama sekali gak update blog. Salahkan kesibukan saya. Di kantor saya gak sempat lagi bikin postingan, karena sehari dua kali saja saya sudah ngabur untuk pumping. Sampai di rumah, saya disibukkan dengan banyaknya ini itu yang harus dikerjakan, bahkan nonton tv-pun gak sempat lagi. Maklum, gak ada ART.

Satu-satunya alat yang memungkinkan saya terhubung dengan dunia luar hanya BB. Sesekali saya masih bisa mencuri waktu untuk nengok timeline di twitter, atau iseng buka-buka site berita.

Dari twitter inilah saya baca berita yang bikin saya terhenyak luar biasa. Pertama dari akun @jokoanwar tentang kasus contek mencontek di salah satu SD di Surabaya. Tepatnya saya lupa. Intinya seorang anak terpintar di kelas enam diplot gurunya untuk memberi contekan pada SEMUA teman sekelas saat UAN. Guru sinting.

Tapi ternyata ada yang lebih sinting lagi. Sewaktu ibu si anak melaporkan hal ini, dan mengakibatkan sang guru dan kepala sekolah bersangkutan terkena sanksi, para wali murid marah. Bukan hanya marah, mereka malah mau mengusir keluarga ini dari rumahnya. Gak boleh lagi tinggal di sana. Sampai si anak stres dan harus diungsikan. Mereka menganggap si ibu sok jujur. Mencontek kan biasa, kenapa jadi masalah. Masyarakat SINTING.

Pardon my words, but I really mean it: MEREKA SAKIT JIWA.

Tapi ternyata itu bukan apa-apa, saya langsung ngilu sewaktu membaca timeline @justsilly dan @MyNameIsFLa. Mata langsung berkaca-kaca. My God. Seperti apa hati manusia semacam itu? Kenapa harus menyakiti bayi berumur 8 bulan yang teriak minta tolong saja belum bisa. Manusia terkutuk. Hati saya nyeri. Remuk.

Apa yang bisa saya lakukan untuk bayi kecil itu? Usianya hanya terpaut beberapa bulan dari my precious baby, tinggal di sebuah tempat yang saya baru dengar namanya: Bantaeng. Saat bayi saya menikmati hujan ciuman dan pelukan sayang, bayi NF sedang kejang-kejang setiap kali pupup atau pis. Ia sempat tak mau makan, walau sekarang sudah mau disendoki asi, dan makan kerupuk.

Manusia bejat. Semoga kau mati terbakar dan merasakan kesakitan luar biasa!!!

Saat ini Silly dan Fla sedang menuju Bantaeng untuk melihat langsung kondisi bayi NF. Dari mereka berdua Charity4Nurfadilah bergulir. Saya termasuk salah satu yang tak rela jika ia tak tersembuhkan, fisik dan mental. Dan penyembuhannya tentu butuh biaya.

Fla sudah membuka rekening khusus untuk itu:

BCA cabang Kemang No Rek : 2861532846 atas nama XOCHITL PRISCILLA

Semoga banyak dana yang terkumpul, untuk bisa mengobati bayi NF dan… korban lainnya *scream* karena ternyata masih ada bayi korban perkosaan lainnya di sana..

arrrgghhh… saya makin resah, makin tak tenang… kejam sekali dunia ini…

  •   •   •   •   •
November 23, 2010 by pipitta

tiba-tiba pengen kur(s)us..

Sore hari yang cerah ini tiba-tiba aja saya pengen kursus. Kursusnya kalo gak kursus jahit, ya kursus bikin kue. Halah, geje banget :P

Lalu iseng-iseng nyari tempat kursus murah meriah hore di Bandung, *dan kenapa juga maunya kursus di Bandung coba??* malah nyasar ke sini.

Kemudian menemukan ini :D

Wuiihhh.. hebat.. saya aja gak bisa, tuh.. :)

Lalu apakah saya jadi pengen kursus merajut? Tentu tidak.. masih pengen kursus jahit atau bikin kue itu tadi. Setelah dipikir-pikir, sepertinya saya mesti nyalahin dita gara-gara blognya yang ini dan ini bikin patah hati karena saya gak bisa setrampil dia :P *hihihi, enak aja nih nyalahin orang lain*

Tapi yang paling bikin hati berdarah-darah dan penuh penyesalan karena tangan saya paling kaku soal jahit-menjahit adalah neng unyu-unyu. Huhuhuhu… pengen bisa kayak gituuuuuuuuu…

  •   •   •   •   •
October 1, 2010 by pipitta

I want this as a birthday present :(

Entah kesambit kesambet apaan, mendadak saya ingin punya benda ini:

Gak.. saya gak pengen punya versi terbaru yang paling canggih. Sepertinya yang wifi ukuran 6″ yang dibandrol $139 udah cukup memadai buat saya, kok.

Kok bisa yakin? Iya, soalnya saya udah cek spek-nya di amazon:

Display Amazon’s 6″ diagonal electronic paper display, optimized with proprietary waveform and font technology, 600 x 800 pixel resolution at 167 ppi, 16-level gray scale.
Size (in inches) 7.5″ x 4.8″ x 0.335″ (190 mm x 123 mm x 8.5 mm).
Weight 8.5 ounces (241 grams).
System Requirements None, because it’s wireless and doesn’t require a computer.
Storage 4GB internal (approximately 3GB available for user content).
Battery Life A single charge lasts for up to a month with wireless off. Keep wireless always on and it lasts for up to 3 weeks. Battery life will vary based on wireless usage, such as shopping the Kindle Store, web browsing, and downloading content.
Charge Time Fully charges in approximately 4.5 hours via the included U.S. power adapter. Also supports charging from your computer via the included USB 2.0 cable.
Wi-Fi Connectivity Supports public and private Wi-Fi networks or hotspots that use the 802.11b or 802.11g standard with support for WEP, WPA and WPA2 security using password authentication; does not connect to WPA and WPA2 secured networks using 802.1X authentication methods; does not support connecting to ad-hoc (or peer-to-peer) Wi-Fi networks.
USB Port USB 2.0 (micro-B connector) for connection to the Kindle U.S. power adapter or optionally to connect to a PC or Macintosh computer.
Audio 3.5 mm stereo audio jack, rear-mounted stereo speakers.
Content Formats Supported Kindle (AZW), TXT, PDF, Audible (Audible Enhanced (AA, AAX)), MP3, unprotected MOBI, PRC natively; HTML, DOC, JPEG, GIF, PNG, BMP through conversion.
Included Accessories U.S. power adapter (supports 110V-240V), USB 2.0 cable, rechargeable battery.

Terutama saya gaptek, dan kabarnya juga kalopun kindle dipake di Indonesia ya fungsinya pasif aja gitu sebagai e-reader belaka *cmiiw* jadi saya emang ga perlu gadget yang super duper canggih :P

Tapi setelah dipikir-pikir-pikir-pikir-pikir-pikir…

Apakah worth it kalau saya beli barang ini? Memang sih, harganya terjangkau banget. Tapi apa saya betul-betul perlu beli? Kalo dikadoin mah gak akan nolak, sih.

*Sigh*

Kalau begitu, mari cari-cari alasan kenapa saya gak perlu beli kindle:

Pertama, saya memang punya kebiasaan bawa buku kemana-mana kalau-kalau saya mati gaya. Tentunya gak bawa banyak, satu buku aja udah cukup. Walaupun dengan bawa kindle berarti bawa ribuan buku, toh yang saya baca tetep satu aja, kan?

Kedua, saya punya kebiasaan nge-stabilo-in kalimat-kalimat favorit di buku. Jaman SMA sih, abis deh bukunya Kahlil Gibran saya stabilo-in :P kalau sekarang mah, bukunya Paulo Coelho, tuuuh.. yang kertasnya penuh warna-warni stabilo :D So.. kalo pake kindle kan gak mungkin banget saya tandain…

Ketiga, berdasarkan pengalaman pribadi saya jauuuuuuuh lebih menyenangkan memiliki buku secara fisik. Senang banget rasanya lihat jajaran buku di rak.. *lebay* Apalagi kalo kelak punya anak, pasti kan ngedongeng buat anak, tuh.. pastinya lebih menyenangkan buat si anak untuk bisa pegang dan sentuh halaman bukunya. Gak seru kalau hanya lihat screen-nya doang, apalagi kalau warnanya melulu hitam putih. Dunia anak kan mestinya penuh warna *makin lebay*.

Well…  yah, kalau dipikir berdasarkan keinginan dan kebutuhan, saya udah tau kok jawabannya: Saya gak butuh kindle. Cuma pengen doang :( dan kadarnya tuh pengeeeeeeeeeeeeeeeeeen banget!

*Nangis di pojokan*

Jadi, ada yang rela ngasih kado ginian gak, buat saya???

  •   •   •   •   •
September 30, 2010 by pipitta

apalah negeri ini..

Saya bosan marah melihat berita bentrokan di mana-mana. Terakhir di Tarakan, lalu menyusul di jalan Ampera, Jakarta.

Saya bosan marah membaca berita ulah DPR yang ampun-ampunan bikin pengen garuk-garuk aspal. Terbaru, mereka pengen dikasih fasilitas medis setara menteri.

Saya bosan facebook dan twitter. Sepertinya isi kepala overloaded dengan informasi ini dan itu. Terutama, saya muak dengan isi kepala seorang menteri yang sepertinya tidak punya kapasitas sebagai pemimpin yang baik.

Saya bosan dengan pertunjukan kebodohan di sekitar saya. Mulai dari demo gerombolan bersorban yang meneriakkan takbir sambil merusak, sampai demo mahasiswa menatasnamakan rakyat dengan alasan menjaga moral bangsa.

Puh-lees

  •   •   •   •   •
August 18, 2010 by pipitta

Agustusan

Waks, udah agustus lagi, ya?

Kemana aja nih? Sepertinya saya ngilang lama banget dari dunia per-blog-an. Hihihi. Emang sih, saya makin lama makin males update di sini. Ada sih satu blog yang lagi rajin saya ‘piara’, tapi yang itu er-ha-es. Hanya untuk konsumsi pribadi :p

Dan waktu berlalu gak kerasa sampai ternyata kemaren udah 17 Agustus aja, deh. Ya, ya, ya.. Dirgahayu Negeriku yang sudah merdeka selama 65 tahun. Tapi no offense, saya sih malah sedih dengan kemerdekaan ini.

Kemarin kan hampir seharian penuh saya gak kemana-mana. Nongkrong aja di depan tv. Dan ternyata sebagian besar stasiun tv nayangin para veteran kemerdekaan yang hidupnya merana. Yahh… saya gak tau sih, apa mereka memang merasa nelangsa atau gak, tapi saya yang nontonnya sangat sangat sangat merasa nelangsa, dan marah. Iya, marah karena kok sepertinya negeri ini gak bisa menghargai pahlawannya?

Terus terang saya antipati dengan yang namanya polisi atau tentara. Kenapa? Itu nanti aja ceritanya :p Tapi saya sedih banget banget banget waktu lihat berita tentang Letkol Ilyas Karim, yang bersama 55 temannya sesama tentara udah dapet kavling di Lapangan Banteng untuk jadi tempat tinggal,  tiba-tiba didatengin (entah siapa saya lupa) yang bilang kalau lahan di situ mau dijual ama Soeharto ke Menteri Keuangan. Dijanjikan akan dapat penggantian asal surat aslinya dikumpulin ke orang itu. Setelah surat asli kepemilikan rumah dikumpulin, seminggu kemudian mereka semua diusir begitu aja. Tanpa penggantian. Langsung disuruh beresin semua barang, dan cepat minggat.

Gila!

Duh.. gemes banget deh jadinya. Orang kok bisa ya jahat sampai begitu.. Akhirnya Pak Ilyas ini tinggal di rumah kecil sumpek di pinggir rel kereta di Kalibata. Matanya kena stroke sampai harus diplester, karena kalau kelopaknya nutup, gak bisa ngebuka lagi. Hiiksss.. sediiiih… :(

Ditambah lagi dapet link yang bikin hati tambah nelangsa. Hwaduhhhh.. mata langsung berkaca-kaca begitu lihat gambar seorang veteran kemerdekaan duduk di pinggir jalan sambil makan nasi bungkus :( ( Rasanya pengen jambak-jambak para pejabat korup di pemerintahan sana, deh!

Kesimpulannya, apa itu merdeka? Siapa yang sudah merdeka?

Sedih, sedih, sedih.

BTW: ini kenapa mau ngelink lambreta banget yah??

  •   •   •   •   •
May 31, 2010 by pipitta

heyyyyyyy…

where the hell are my widgets???

where?

where?

where?

they.are.all.gone.

blaaaaaaahhhhh

  •   •   •   •   •
May 27, 2010 by pipitta

dongeng kehidupan antah berantah

Alkisah di negeri antah berantah, seorang gadis diperlakukan bagai pajangan kristal luar biasa berharga. Kemana-mana selalu didampingi salah satu anggota keluarga. Bahkan ditetapkan tak boleh pacaran hingga usia 17.

Mungkin si gadis lama-lama begah. Hari gini gak bisa pacaran??? GAK BANGET. Dia tinggal di kota metropolitan di mana gadis bawah umur bisa berlaku sesuka hati. Orang tua yang biasa mengekang dilaporkan saja ke Komnas Perlindungan Anak, demi ijin pacaran bisa keluar segera.

Begitulah.

Si gadis lompat dari jendela kamar dan kabur dari rumah. Mengadu pada Komnas Perlindungan Anak bahwa ia telah diperbudak dan jadi tulang punggung keluarga di usia masih begitu muda. Tak hanya itu, bahkan ia sering dipukuli ibunya sendiri. Maka selamatkanlah anak malang ini, wahai KPA. Mungkin begitu kira-kira inti permohonan si gadis.

Para pendengar setia laporan “investigasi kasus dan masalah orang lain” di televisi tentu terhenyak. Kok ternyata sebegitu malang hidup si gadis berwajah boros imut-imut ini.

Apakah ia kabur karena dipaksa seseorang yang katanya pacarnya? Gadis itu menolak mati-matian. Ia keukeuh kabur karena kerasnya perlakuan dari orang tua. Apakah betul ia sering dipukuli orang tua? Giliran orang tua yang menyanggah kabar itu. Jadi berita mana yang benar dan mana yang bualan?

Setelah si gadis berhasil dijemput paksa keluarga, belakangan si gadis mulai bicara. Menyebut-nyebut nama seorang pemuda yang dituduhnya telah mempengaruhi cara berpikirnya, sampai ia berani lompat jendela, kabur dari rumah, hanya pamit pada anjing kesayangan, dan sempat tidur di kantor polisi sebelum ditampung di rumah penampungan sosial.

Hmm.. memangnya si gadis tak punya cukup kecerdasan otak untuk menyadari apa yang telah ia lakukan dan apa resikonya kelak, sehingga perlu menyalahkan orang lain untuk disalahkan?

Tidak hanya itu, bahkan surat cinta sang pemuda dibeberkan pula di media.

Sampai di sini cibiran saya pada drama si gadis yang tadinya tiga cm bertambah menjadi sembilan cm. Well, can you imagine how long is that?

Menurut saya sangat sangat sangat tidak sopan membeberkan surat yang bersifat pribadi pada khalayak ramai. Kalau pun si pemuda telah sangat bersalah pada si gadis, apa perlu dibalas dengan cara norak dan kampungan ini? Sampai-sampai isi surat cinta bisa dikutip dan dibaca seluruh dunia?

Sebelum si gadis mengarahkan telunjuknya untuk menyalahkan orang lain, saya ingin sekali menyodorkan cermin padanya. Lalu berkata: Inilah penjahat sesungguhnya…

*Kisah ini fiktif belaka. Kesamaan cerita, nama dan tempat hanya kebetulan.

  •   •   •   •   •
January 18, 2010 by pipitta

Frankly, my dear, I don’t give a damn.

Saya tidak pernah bertanya kenapa kamu belum juga menikah, atau kenapa kamu belum punya pacar. Saya tidak meminta kamu memamerkan menceritakan siapa, apa, dan bagaimana orang yang kamu akui sedang dekat saat ini.

Jadi jujur saja, saya hampir menampar mulut kurang ajarmu yang berani berkata: KOK MAU, SIH???

Ya, hampir. Tidak jadi karena saya berpikir bukan salahmu juga kalau tidak diajari sopan santun oleh ibumu. Juga ayahmu. Mereka mungkin lupa mengajarimu budi pekerti, atau malah menganggap hal semacam itu TIDAK PENTING, dan kamu boleh bersikap sekurang ajar yang kamu mau.

http://breakthroughtogod.wordpress.comSuami saya memang tidak tampan, buat kamu mungkin tidak enak dilihat. Ia juga bukan anak pejabat atau orang terkaya nomor sekian di belantara Jakarta ini. Tapi tahukah kamu bahwa ia sangat sangat sangat mencintai dan menyayangi saya?

Ia selalu memperhatikan kesehatan saya. Ia selalu ingin hari-hari saya menyenangkan. Ia selalu memastikan saya merasa nyaman. Ia membolehkan saya melakukan hal-hal yang saya sukai. Saat bertengkar,  dan saya gengsi meminta maaf, ia akan mencium kening saya dan membisikkan permohonan maaf.

Ah, rasanya  model suami seperti itu tidak masuk dalam hitunganmu. Mungkin buatmu suami harus setampan model dan sekaya Paman Gober. Kamu sendiri berkata dengan bangga bahwa kamu matre.

Frankly, my dear, I don’t give a damn.

Apakah kamu matre, melajang hingga kini, berhubungan dengan duda kaya, w.h.a.t.e.v.e.r

Itu semua pilihanmu, dan saya TIDAK PERNAH mempertanyakannya. Saya menghormati pilihan kamu. Jadi rasanya adil kan, kalau saya minta kamu juga menghormati hubungan saya dan suami saat ini? Apapun kekurangan suami, saya terima. Ia pun begitu terhadap saya. Jadi jangan pernah lagi mempertanyakan “kok mau sih” menikah dengan orang seperti suami saya.

PS: Saya bukan ember. Jadi tenang saja, segala ceritamu tentang dia tidak akan keluar dari mulut saya. Kecuali… kecuali kalau kamu sendiri embernya… *wink*

  •   •   •   •   •
December 31, 2009 by pipitta

catatan akhir tahun

Akhirnya timbunan pekerjaan ini selesai juga!

Maksudnya kerjaan di 2009. Kalau kerjaan untuk 2010 sih udah numpuk di meja saya. Grrrmmmbblll.

tolinggi.co.ccWell.. niatnya sih mau evaluasi tahun 2009. Tapi saya pikir di tiap-tiap hari yang dihabiskan di tahun ini pasti ada naik turunnya. Senang dan sebalnya. Kemudahan dan kesulitan, semuanya silih berganti. Kehidupan itu seperti roda yang berputar: ada saat di atas, ada pula saat terpuruk di bawah.

Apapun yang saya alami di tahun ini, saya berterima kasih. Alhamdulillah.

Ya, tahun ini sangat istimewa karena diawali dengan pertunangan saya di bulan Januari, kemudian menikah di Tanah Suci pada bulan Maret. Lebih senang lagi karena cicilan juga selesai di tahun ini, hehehe. Penting, tuh! Selain itu saya juga mendapat banyak kejutan menyenangkan: menang kuis online, kontes menulis, dan masih banyak lagi kegembiraan yang saya alami. Beberapa sempat saya posting,  tapi ada juga kenangan yang terlupakan karena malas menulis.

Untuk kesedihan dan musibah yang saya alami di tahun ini, saya pun berterima kasih. Alhamdulillah.

Entah semua itu untuk menguji saya, atau untuk menghukum saya, semoga dengan rasa sakit dan sedih itu saya akan menjadi sosok yang lebih kuat, dan lebih terlatih menghadapi berbagai konflik dalam hidup.

Seperti kutipan favorit saya,

That which does not kill me, makes me stronger – Nietzsche

Sampai saat ini walaupun sempat jatuh bangun,  saya masih segar bugar. Jadi saya cukup yakin akan menjadi lebih kuat lagi, lagi, dan lagi setelah diterpa semua kesulitan dan kepedihan hidup.

Ciyeeeeeeh… serius banget nih, nulisnya.

So, menghadapi 2010 besok, saya sih bismillah ajalah. Semoga tahun 2010 menjadi tahun yang baik untuk saya, keluarga, kerabat, dan teman-teman tersayang. Menjadi tahun yang membahagiakan, menyenangkan, dan juga penuh kejutan! Yessssss, I DO love surprises :)

istockphoto.comMari kita tutup tahun 2009 dengan penuh gembira, dan menyambut tahun 2010 dengan semangat baru!!!

Yeayyyy…

PS: Tadinya saya akan menulis tentang apa aja rencana saya yang gagal dilakukan di 2009, dan apa yang ingin saya lakukan di 2010. Tapi kok jadi nulis ginian, ya? Biar, deh. Hhihihi.

  •   •   •   •   •