buntu

Otak masih buntu, nih.
Tawaran kemarin masih belum saya penuhi. Blah. Payah.
Mestinya menulis gak usah menunggu mood. Mestinya menulis gak usah menunggu momen. Menulis, ya menulis.
Tapi otak saya buntu, gak tahu harus mulai dari mana. Mulai dengan kata-kata apa.
Arrrrggghhhh…

Tags: , ,

  • Twitter
  • RSS

orderan nulis

Selagi sibuk banget main pet society, tiba-tiba Mbak Titi nyapa. Dan terjadilah perbincangan singkat itu:

9:00am Titi
pit, kamu bisa tuliskan bagaimana kamu “berkenalan” dengan timor-leste?
9:00am Pipitta
bisa aja.. buat apaan, mbak?
9:01am Titi
aku mau buat “catatan” tentang 1999, referendum
kirimkan ke titisupardi@*****.com –> sorry, yang ini saya edit
juga ceritakan bagaimana kamu diangkat anak oleh xanana
9:02am Pipitta
wahahaha… masih [...]

Tags: , ,

  • Twitter
  • RSS

mulutmu harimaumu

When you have nothing nice to say, please just shut up.

Kalimat itu tampak cocok buat saya. Tiap hari Seringkali saya bicara tanpa berpikir lebih dulu apakah kata-kata saya pantas didengar, menyakiti hati atau tidak. Saya tidak terlalu peduli. Apa yang ada di pikiran, itu yang saya ucapkan. Biasanya sih cukup tajam dan sinis. Sorry, I [...]

Tags:

  • Twitter
  • RSS

bzzz…bzzz…

ohyeahihavesomanythingsinmymind.
sofullofunspokenwordsithinkimgonnaexplode.
butijustcantfindtherighttimeortherightmomentortheexacrwordstoexpressthem…
crap.

Tags: ,

  • Twitter
  • RSS

resolusi

Telat gak sih kalo bikin resolusi 2009 di akhir Februari? Hm, menurut saya sih yang penting mah dilaksanakan, ya gak? Daripada bikin resolusi sejak malam tahun baru tapi gak ada yang dicontreng, tanda berhasil dicapai.
Resolusinya apa, sih? Naik gaji? Kerja lebih rajin? Bisa liburan ke luar negeri? Hhmm, untuk tahun ini saya buat satu resolusi [...]

Tags:

  • Twitter
  • RSS
 Page 2 of 2 « 1  2