…un pied à terre…
June 7, 2010 by pipitta

err… diet? what diet?

Mata saya hampir lompat sewaktu lihat kalender di atas meja kerja. Whaaaaat?? Udah bulan Juni?? Gak kerasa sudah setengah tahun 2010 ini lewat. Manaaa… manaaa… resolusi yang dicanangkan *halah* menjelang bulan Januari itu??? NOL BESAR. GAGAL TOTAL. GAK JALAN. Pheww…

Ya.. ya.. ya.. memang saya termasuk manusia tipe penunda akut :P

Tundalah kerjaan yang bisa dikerjakan besok

Aduuuhh… gak tau deh, darimana sih saya bisa dapat kata mutiara itu. Kayaknya sih dari Fido Dido. Whatever, tampaknya itu bukan terjemahan kata mutiara yang bagus untuk terus diingat.

Eniweeeeeey, bulan September nanti saya harus datang di resepsi nikah adik ipar. TKP-nya di sebuah kecamata di Jawa Tengah sana. Daaaaan, hal yang paling mengganggu adalah…

…berat badan saya sudah naik 8 kilo saja semenjak menikah.

Huaaaaaa… coba bayangin itu… D.E.L.A.P.A.N kilo, gitu lho… yang rupanya sedikit demi sedikit saya kumpulkan dalam waktu setahun saja. Hiks.

Itu sama aja dengan jumlah total berat dua orang bayi baru lahir, kan?? kaaaaaaan?? *jambak-jambak rambut*

Sementara saya masih punya sejumlah kebaya cantik yang dijahit SEBELUM bobot saya naik sedrastis ini. Kebanyakan kebaya itu baru saya pakai 1-2 kali saja. Saya kan mau pamer pakai baju itu di resepsi nanti. Huhuhuhu… *nangis di pojokan*

Saya bisa aja bikin kebaya lagi. Tapi bukan itu masalahnya. Apa jadinya kalau saya terlalu nyaman dengan kegemukan dan kebuncitan ini? Salah-salah saya harus selalu bikin atau beli baju baru. Tidaaaaak. I don’t want that!
Jalan satu-satunya saya harus diet.
Pertanyaan selanjutnya tentunya adalah:
“Mau diet kapan??”
Er… tanggal 1  Juni kemarin saya batal diet karena terlanjur makan seporsi nasi dan ayam bakar yang maknyussssss banget. Dilanjut dengan cemilan donat. Padahal tadinya saya mau mencanangkan tanggal 1 Juni itu sebagai tonggak awal dari niat diet saya. Hayah.
Ternyata jawabannya itu kok ya susah sekali, ya, sodara-sodara..
Kemarin-kemarin juga saya lagi-lagi gagal diet, karena malamnya malah sengaja makan nasi goreng. Huaaaaaaaa… Apalagi kalau suwami udah masak menu andalannya: mie goreng instan yang dibikin berkuah, dicampur telur dan baso, tambah lagi saos sambal dan kecap. Wuiiiiih… maknyusssss pemirsa. Beneran! Maksudnya beneran bikin diet gagal total, gitu…
Jadi kapan, nih.. mau mulai dietnya? *Duuuhhh..baju-baju saya apa kabar, dong??*
Euuh… besok? Atau minggu depan?
  •   •   •   •   •
March 6, 2009 by pipitta

emotional eating

Emotional eating is when you eat in response to feelings rather than hunger, usually as a way to suppress or relieve negative emotions. -by Joy Bauer-

Well… saat stres di kantor, saya ngemil. Saat bosan di kantor, saya ngemil. Saat senang di kantor, biasanya karena ditraktir makan. Tampaknya saya mengidap emotional eating karena sering kali secara otomatis pop something into my mouth untuk menenangkan diri. Hayah.

Kenapa saya berani memvonis diri sendiri sebagai emotional eater? Karena berat badan saya naik turun gak jelas dalam satu bulan ini. Susah turun gampang naik, tepatnya. Bulan Februari lalu, berat badan saya yang biasanya stabil di angka XY tiba-tiba melejit naik 5 kg saja.

Err… setelah dipikir-pikir ga mungkin tiba-tiba yah, pastinya saya BANYAK makan, sampai bisa naik drastis seperti itu.

Lalu saya diet. Ceritanya sih mengatur pola makan. Menyesuaikan kalori yang masuk dengan yang keluar. Hasilnya? Turun 5 kg. Balik modal, nih. Kembali ke berat XY semula.

Itu cerita sukses minggu lalu. Seminggu ini saya makan sesuka hati saya. Kripik, krupuk, coklat, mie instan, nasi, gorengan, hajar ‘bleh! Semua saya makan. Gara-gara suasana hati sedang gak menentu. Ihik. Susah-senang-sedih-happy-stress-bingung pokoknya saya makan, makan, makan, dan makan.

Tadi saya melongo sewaktu tahu berat badan naik 2 kg hanya dalam seminggu.

Siyal!

Padahal baju-baju baru saya baru selesai dijahit, dan semuanya diukur saat size saya masih ‘normal’! Arrrrgggghhhh.

Ugh, apa boleh buat. Dalam seminggu ke depan saya menargetkan harus turun 10 kg. Eh, kayaknya itu target yang gak mungkin tercapai terlalu bombastis. Yahhh, minimal saya turun 2 kg lagi deh. Biar balik lagi ke bobot semula. Syukur-syukur bisa turun 5 kg. Tapi saya ragu, tuh.

1. Saya harus diet lagi

2. Saya harus sembuh dari emotional eating

Caranya?

Untuk poin nomor satu, kayaknya harus mulai lagi puasa organik

Poin yang kedua, saya dapat tips dari sini sebagai berikut:

  • Learn to recognize true hunger
  • Know your triggers.
  • Look elsewhere for comfort.
  • Don’t keep unhealthy foods around.
  • Snack healthy.
  • Eat a balanced diet.
  • Exercise regularly and get adequate rest.

*Sigh*


  •   •   •   •   •