saudara sesusu

Masih ingat kan, cerita tentang pertama kalinya saya donor asi? Akhirnya saya dapat kepastian nama penerimanya. Maklum, saat asip dikirim si baby baru berumur sekian hari, belum diberi nama. Nah, kenalkan saudara sesusu anak saya, namanya:

Hafshoh binti Muhamad Anwari

Lahir 18 Juni 2011. Berarti sebentar lagi umurnya satu bulan, ya.. Semoga selalu sehat, ya sayang… Kiriman asip-nya memang gak seberapa, tapi semoga bisa membantu :) Kontestan penerima kedua tak lain dan tak bukan, keponakan saya sendiri.. Horeeeeeee.. *keprok*

Kilau Matahari Triwibawa binti Triwibawa Santosa

Lahir 11 Januari 2011. Sekarang udah pinter ngemut jempol kaki. Dan tampak akan tumbuh jadi gadget freak. Gak percaya? Niiihhh… buktinya… Notes: Gambar diambil semena-mena dari facebook sang ibu. Hehehehe… maafkan :p Sementara sih baru dua kucrit cute babies ini :) satu lagi Insya Allah segera menyusul. Minggu lalu saya dapat kabar via twitter dari @housniati :

Tweeps,masih dtunggu #donorASI utk bayi perempuan di RSCM bag.perinatologi.Bayi malang ini tdk memiliki ortu dgn kondisi sakit :’( @aimi_asi

Duh, gak tega banget.. Langsung deh bikin proyek pribadi untuk siapin minimal 10 kantong @90ml. Nah, kemarin sebetulnya sudah siap kirim, tapi kelihatannya sudah banyak sekali donor asi buat baby ini, sementara kabar terbaru yang saya dapat justru yang diminum masih sedikit, 1cc per 2 jam, dikarenakan kondisi bayi yang gak memungkinkan :( Doakan saja baby penerima asip ini segera diberi kesehatan, segera pulih, dan bisa minum asip banyak lagi. Setelah saya dapat kabar baik itu, langsung deh asip-nya meluncur… Nak, kamu senang, kan, punya banyak saudara sesusu? Semoga makin banyak saudaramu, ya, sayang.. :)

 

PS: update tambahan

Eh, saya lupa cerita nih. Minggu lalu saya dapat kabar kalau Bayi Hafshoh berat badannya turun terus :( jadi butuh tambahan donor asip. Hwaaa.. padahal stok donor saya hanya 10 kantong saja, itupun rencananya akan dikirim untuk Bayi Dewi di RSCM.  Tapi untunglah saya bisa kontak mbak @nitameilani yang rajin besuk Bayi Dewi. Ternyata stok donor asip untuknya masih banyak, dan belum sempat diminum karena Bayi Dewi masih belum pulih betul.

FYI, Bayi Dewi ini mengalami kelainan usus. Ususnya banyak yang rusak dan terpaksa dibuang. Namun usus yang baik tidak maksimal menyerap gizi, sehingga kondisinya memburuk. Sudah sakit begitu, Bayi Dewi ditinggalkan kedua orang tuanya. Huaaaaaaaa… mau nangis gak sih, dengar nasib bayi ini? She looks health at first, tapi mungkin karena kondisinya belum pulih juga, dan harus puasa pasca operasi, kondisi terakhirnya bikin saya nangis betulan. Cepat sembuh, sayang.. jangan kuatir, banyak mama di luar yang sudah menyediakan asi bergizi buatmu, nak..

So, Bayi Dewi sudah banyak yang bantu. Saya putuskan kalau begitu stok saya dialihkan aja. Bayi Hafshoh butuh asip segera. Si 10 kantong itu akan lebih berguna kalau saya kirim untuknya.  Semoga BBnya cepat naik, ya sayang.. :)

Ahh… bayi-bayiku, semoga semuanya sehat ya!

semacam kecanduan, ha!

Candu.

Iya, saya kecanduan. :p

Bukan, bukan narkoba dwoooong. Itu mah diharamkan, bukan? Halah. Emang kalo gak haram mau?

Setelah pengalaman pertama beberapa waktu lalu, saya senang sekali dapat kesempatan untuk jadi donor asi lagi. Ha, donor asi? Iya. Gak salah baca, kok. Saya donor asi lagi. Heran? Gak usah. Udah biasa, kok. Banyak sekali ibu-ibu hebat di luar sana yang sudah melakukannya lebih dulu. Malah dengan jumlah yang jauh lebih spektakuler. Itu ibu apa sapi, yah?

Semua itu didasari rasa cinta dan sayang kalo mesti buang asip pada bayi-bayi lucu nan menggemaskan yang butuh stok asi tambahan, karena berbagai hal.

Nah, bayi yang ini butuh stok asip tambahan karena stok di kulkas ibunya agak ngepas. Jadi sang ibu kejar-kejaran setiap kali mompa. Stok di kulkas yang keluar dan yang masuk sama banyak, jadi kan gak nambah-nambah. Ibunya repot deh kalo mau pulang ngantor telat atau lagi pengen ngemall.

Kasihan, kan? Awas ya, kalo jawab gak kasihan.

Kebetulan si ibu yang pengen ngemall ini pengen nambah stok asip ini adalah sepupu saya :) Tentunya saya dengan riang gembira mengirim asip untuk bayinya, yang bisa dibilang keponakan saya. Senangnya bisa jadi ibu susu untuk keponakan sendiri :)

So, 15 kantong plastik asip dengan isi @90 ml langsung meluncur. Tangkaaaaap…

Selamat minum asi, Baby Kilau.. Terus asi eksklusif ya, sayang..

Kiss kiss..

Senangnya bisa berbagi asi :) Semoga saya masih diberi kesempatan untuk jadi donor lagi di lain waktu. Amiiiiin.

donor asi

Teman saya, seorang ibu dengan asi melimpah ruah, sudah dua kali empat kali mendonorkan asinya. Entah berapa botol. Mungkin belasan, atau bisa jadi juga puluhan.

Wow.

Buat saya dia hebat. Asi adalah makanan utama bayi agar bisa tumbuh dan berkembang. Tak ada yang bisa mengalahkan asi sebagai sumber kehidupan bayi. Jadi berbagi asi hingga puluhan botol berarti juga mengupayakan seorang bayi untuk tumbuh sehat dan mendapat suplai makanan penuh gizi yang diperlukan.

Saya ingin menirunya. Saya juga ingin berbagi asi. Menjadi donor asi. Tapi apa bisa? Asi saya sepertinya tidak terlalu banyak. Malah pernah drop sewaktu saya mengonsumsi pil kb, dan malas memompa. Apalagi saya masih ragu dengan hukum mendonorkan asi. Apakah langsung menjadi saudara sesusu dengan seluruh keluarganya?

Begitulah, ada sejumlah pertimbangan yang menyebabkan saya menunda-nunda mendonorkan asi yang tak seberapa banyaknya yang ada di kulkas.

Sampai saya membaca tweet di timeline saya:

Dicari #donorASI utk bayi perempuan(muslim)usia 2h. Kondisi bayi dgn celah bibir & langit2 mulut.

Entah kenapa saat itu hati saya tergerak. This is it. I must do something for this baby girl.

Tapi saya harus memastikan dulu bagaimana hukumnya menurut Islam. Ada sejumlah pendapat yang berbeda. Saya bertanya dulu pada uwak saya. Turns out menurut beliau, yang menjadi saudara sesusu hanyalah si bayi penerima asi. Saudara-saudaranya tidak. Yah, walau penerimanya bayi perempuan saya sih merasa perlu mendata identitasnya. ‘Cos she shares the same milk as my daughter.

Jadilah kalau begitu! Saya hitung persediaan asip di kulkas. Rasanya kalau saya donasikan 900 ml, tidak akan jadi masalah. So, langsung saya hubungi contact person yang menyiarkan kebutuhan asi tersebut. Saya katakan saya bersedia mendonorkan 10 plastik asip.

Tapi oh, ternyata tidak semudah itu menjadi donor asi. Saya pikir tinggal bilang ya, asi akan diambil, dan.. selesai. Ternyata tidak. Contact person yang saya hubungi baru menjawab besok harinya, setelah jam makan siang, itupun tidak yakin akan ada yang bisa mengambil ke tempat saya.

Well, these asi must go away!

Kalau tidak ada yang bisa mengambil, kenapa tidak diantar saja sekalian? Toh sudah ada layanan jasa pengantaran asi yang bisa dihubungi segera via sms. Dua jempol untuk layanan ini. Begitu saya sms, dengan cepat saya sudah dapat info jam berapa asi bisa diambil berikut biaya pengantaran.

Saya malah agak sedikit kecewa dengan pihak penerima asi. Saya sudah sampaikan bahwa asi akan diantar sore itu juga, ternyata saat kurir asi tiba di tujuan, contact person yang sedari awal saya hubungi sudah pulang ‘kantor’! Tanpa berpesan apa-apa pada saya. Untunglah saya masih menyimpan satu nama lain yang bisa menerima asi tersebut, dan berkat koordinasi yang baik pada pihak layanan kurir asi, kiriman berharga itu akhirnya bisa diterima yang membutuhkan.

Yah, kekecewaan saya tidak berarti dibanding berharganya asi tersebut untuk bayi penerima. Jadi biarkan saja. Tidak perlu saya ambil pusing, walau masih juga belum ada konfirmasi identitas bayi penerima asi. Ini penting buat saya, karena bayi ini akan jadi saudara sesusu anak saya.

Sedikit kekecewaan tidak akan menyurutkan keinginan saya untuk berbagi (lagi) air kehidupan ini. Berikutnya, mungkin untuk putri sepupu saya dulu, setelah itu barulah saya cari penerima lainnya :)

Nah, buat para ibu yang punya asi berlebih, boleh lho follow @aimi_asi di twitter supaya update terus dengan kabar baby mana aja yang butuh asi.. :)