<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Chez Pipitta &#187; gempa</title>
	<atom:link href="http://pipitta.com/tag/gempa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pipitta.com</link>
	<description>...un pied à terre...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 08:29:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>gempa, oh gempa&#8230;</title>
		<link>http://pipitta.com/2009/10/gempa-oh-gempa/</link>
		<comments>http://pipitta.com/2009/10/gempa-oh-gempa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 07:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipitta</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipitta.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Gempa. Lagi-lagi gempa. Sekali lagi kita dihajar gempa. Setelah gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, gempa di Tasikmalaya yang getarannya terasa sampai di kantor saya di Jakarta, tampaknya gempa Padang ini juga sangat dahsyat. Ngeri sekali melihat dampaknya, sejauh yang bisa saya pantau melalui televisi. Doa saya bersama mereka. Untuk keluarga yang kehilangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F10%2Fgempa-oh-gempa%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpipitta.com%2F2009%2F10%2Fgempa-oh-gempa%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Gempa. Lagi-lagi gempa. Sekali lagi kita dihajar gempa.</p>
<p>Setelah<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Samudra_Hindia_2004" target="_blank"> gempa dan tsunami di Aceh</a> tahun 2004 lalu, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Tasikmalaya_2009" target="_blank">gempa di Tasikmalaya</a> yang getarannya terasa sampai di kantor saya di Jakarta, tampaknya gempa Padang ini juga sangat dahsyat. Ngeri sekali melihat dampaknya, sejauh yang  bisa saya pantau melalui televisi.</p>
<p>Doa saya bersama mereka. Untuk keluarga yang kehilangan suami, istri, anak, saudara, kerabat, harta, dan nyawa. Juga untuk mereka yang terpaksa mengungsi, dan yang terluka, semoga dikuatkan Allah SWT. Digantikan yang lebih baik, dan selalu ada dalam lindungan-Nya.</p>
<p>Nah, bicara soal gempa, jadi sebetulnya kita harus gimana sih, saat terjadi gempa? Sewaktu gempa Tasik yang terasa sampai Jakarta itu, saya sampai kalang kabut dan pusing kepala. Memang sih, gak sampai histeris, cukup sigap membawa HP dan tas saya. Bahkan kepikiran untuk mengganti sendal dengan sepatu di kolong meja. Setelah itu ikut berduyun-duyun dengan yang lain turun tangga darurat. Yang ada di kepala saat itu hanyalah gimana caranya saya cepet-cepet keluar dari gedung. Jalannya hanya lewat tangga darurat karena lift langsung mati. Dan saya pernah baca entah di mana jangan pakai lift saat sedang gempa atau kebakaran. Sepertinya banyak orang yang berpikir sama, karena di  tangga darurat orang-orang berebut turun menuju luar gedung. Berisiknya jangan ditanya: ada yang bertakbir, ada yang aduh-aduhan, ada juga yang marah-marah karena barisan orang didepan turunya &#8216;lelet&#8217;. <em>Huh, ga mikirin apa, kali aja ada ibu hamil yang mesti hati-hati turun tangga? </em></p>
<p>Saya coba googling dan nemu artikel tentang <a href="http://apakabardunia.com/2009/09/segitiga-kehidupan-tips-aman-saat-terjadi-gempa-bumi/" target="_blank">Segitiga Kehidupan</a>, yang berisi panduan apa yang harus kita lakukan jika terjadi gempa. Tapi ternyata panduan itu dibantah kebenarannya. Itu hanya hoax belaka! Buseeeettt.. untung aja gak saya praktekin kemarin ini. Salah dapat informasi akibatnya bisa fatal, dong. Penjelasan tentang ini bisa dilihat di <a href="http://priyadi.net/archives/2006/06/02/segitiga-kehidupan-atau-kematian/" target="_blank">blognya Mas Pri</a>.</p>
<p>Jadi mesti gimana??</p>
<p>Well.. saya nemu link dari American Red Cross. Masih dalam bahasa Inggris. Tapi intinya, menurut PMA (Palang Merah Amerika) ini, kalau terjadi gempa teknik penyelamatan diri yang dilakukan adalah: <a href="http://www2.bpaonline.org/Emergencyprep/arc-on-doug-copp.html" target="_blank">Drop, Cover, and Hold On</a>, dengan catatan:</p>
<blockquote><p><em>The American Red Cross, being a U.S.-based organization, <strong>does not extend its recommendations to apply in other countries</strong>. What works here may not work elsewhere, so there is no dispute that the &#8220;void identification method&#8221; or the &#8220;Triangle of Life&#8221; may indeed be the best thing to teach in other countries where the risk of building collapse, even in moderate earthquakes, is great. </em></p></blockquote>
<p>Blah. Makin puyeng aja, dong. APA YANG HARUS DILAKUKAN?? Sementara saya harus cukup puas dengan membaca ini:</p>
<p><strong>TINDAKAN KITA SAAT TERJADI GEMPA BUMI</strong></p>
<p>Jika gempabumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DIDALAM RUMAH</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu   itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda.   Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda.   Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda   sedang menyalakan kompor maka matikan segera untuk mencegah terjadinya   kebakaran.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI LUAR RUMAH</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di   daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya   kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan   tangan, tas atau apapun yang anda bawa.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI MALL, BIOSKOP, DAN LANTAI DASAR MALL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan.   Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI DALAM LIFT</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau   kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift,   maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat   keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer   gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI DALAM KERETA API</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak   akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap   tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap   informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI DALAM MOBIL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Saat terjadi gempabumi besar, anda akan merasa seakan-akan   roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah   mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan   berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka   keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DI GUNUNG/PANTAI</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Ada   kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat   aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan   getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang   tinggi.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>BERI PERTOLONGAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat   terjadi gempabumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan   mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan   pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar anda.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>EVAKUASI</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah   daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempabumi.   Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki dibawah kawalan   petugas polisi atau instansi pemerintah. Bawalah barang-barang secukupnya.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>DENGARKAN INFORMASI</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Saat gempabumi besar terjadi, masyarakat terpukul   kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap   tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat   memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas   PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.</p>
<p><em>Source dari <a href="http://118.98.213.22/choirul/how/g/geografi/2_gempa%20bumi.htm" target="_blank">sini</a></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em><br />
<a href="http://118.98.213.22/choirul/how/g/geografi/2_gempa%20bumi.htm" target="_blank"></a></em></p>
<p><!--[if !mso]> <mce:style><!   v\:* {behavior:url(#default#VML);}   o\:* {behavior:url(#default#VML);}   w\:* {behavior:url(#default#VML);}   .shape {behavior:url(#default#VML);}  --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]> <mce:style><!    /* Style Definitions */    table.MsoNormalTable   	{mso-style-name:"Table Normal";   	mso-tstyle-rowband-size:0;   	mso-tstyle-colband-size:0;   	mso-style-noshow:yes;   	mso-style-parent:"";   	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;   	mso-para-margin:0in;   	mso-para-margin-bottom:.0001pt;   	mso-pagination:widow-orphan;   	font-size:10.0pt;   	font-family:"Times New Roman";   	mso-ansi-language:#0400;   	mso-fareast-language:#0400;   	mso-bidi-language:#0400;}  --> <!--[endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"><!--[if gte vml 1]><v:shapetype id="_x0000_t75"  coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"  filled="f" stroked="f"> <v:stroke joinstyle="miter" /> <v:formulas> <v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0" /> <v:f eqn="sum @0 1 0" /> <v:f eqn="sum 0 0 @1" /> <v:f eqn="prod @2 1 2" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @0 0 1" /> <v:f eqn="prod @6 1 2" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="sum @8 21600 0" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @10 21600 0" /> </v:formulas> <v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" /> <o:lock v:ext="edit" aspectratio="t" /> </v:shapetype><v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style='width:86.25pt;  height:55.5pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\PCLENO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\PCLENO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif"   o:href="http://118.98.213.22/choirul/how/g/geografi/gempa%20bumi_files/pic10.gif" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></p>
<p>Well.. ada yang mau nambahin??</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipitta.com/2009/10/gempa-oh-gempa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

