Posts Tagged kenangan

Iri hati, dengki, dan sirik…

Posted by on Wednesday, 11 November, 2015

Eh.. gak sengaja nemu postingan jaman dulu banget. Dulu ini dipostingnya di Multiply. Trus setelah Multiply mau ditutup, saya pindahin deh ke sini. Saya kutip aja ya, soalnya pendek aja sih postingannya..

Akhirnya Wooly dapat kiriman gulali. Pipitta hanya bisa menatap iri. Termangu tak sabar menunggu kapan gulali miliknya akan dikirim.

Pipitta gelisah. Mengira Pak Pos tersesat mencari jalan rumahnya yang berliku-liku. Atau mungkinkah Pak Pos lupa akan pesanannya? Padahal sudah ditulis dalam lembar pesanan dengan tinta tebal berwarna-warni, dan dikirim setiap hari.

Seperti juga Wooly kemarin, sementara ini Pipitta hanya bisa menatap gulali-gulali itu dari kejauhan. Berharap dan berharap dan berharap dan berharap, Pak Pos tidak lupa pesanannya, juga tidak lupa mengirimkannya.

Memeluk erat puding dan kue coklat, Pipitta sekali lagi menulis dalam lembar pemesanan: satu gulali serupa denting harpa, berwarna pastel atau jingga.

Kemudian tak lupa Pipitta mengirimkan telegram.

Selamat ya, Wooly. Gulalimu akhirnya sampai. Seperti kamu, gulaliku kutunggu dengan sabar.

Terinspirasi dari: http://cherryonmybag.co.cc

Nah, kira-kira nyeritain apa sih, postingan itu? Cobaaaa tebaaaaak.. :) Dapet hadiah sun jauh niiih… :P

Jadi ceritanya awal tahun itu saya nikah, nah.. ada temen sekantor saya saat itu nikah setelah saya. Ehhhh… trus dia lebih duluan hamil dong, dari saya.. Yang mana saya udah jungkir balik pengen cepet punya momongan.. sempet ditespek dan ada 2 garis samar, tapi pada akhirnya saya dapat haid dan gak jadi deh hamilnya.. Lagi sedih-sedihnya gitu ehhhh… dapet kabar kalo si temen saya yang baru nikah ini gak lama kemudian hamil.

Huhuhuhuhu… jangan tanya deh gimana sirik dan dengkinya saya saat itu, hahahaha.. Malu-maluin ih, kalo diinget-inget sekarang :D Diri saya saat ini rasanya pengen ngejitak diri saya di masa itu, kok ya gak sabaran dan gak bersyukur banget, sih?

Percayain aja sama “Yang Di Atas”. Allah Maha Tahu Segalanya.

Pipitta memegang erat gulali di jarinya. Mulutnya tersenyum lebar. Melambaikan tangan yang lain Pipitta berkata: Terima kasih, Pak Pos.. Gulali yang kedua sudah kuterima, manis sekali berhias pita sehalus sutra, berwarna serupa pastel dan semburat jingga…

 

Same old song…

Posted by on Monday, 13 July, 2015

Am not a big fan of Katy Perry. But then stumbled into this song and..

Protected: dream #10

Posted by on Friday, 10 July, 2015

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Protected: first call after all these years…

Posted by on Friday, 10 July, 2015

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Dysthymic Disorder

Posted by on Thursday, 9 July, 2015

The Circle

Posted by on Wednesday, 17 June, 2015

“We aren’t who we want to be. We are what society demands. We are what our parents choose. We don’t want to disappoint anyone; We have a great need to be loved. So we smother the best in us. Gradually, the light of our dreams turns into the monster of our nightmares. They become things not done, possibilities not lived…” by Paulo Coelho.

I was young and stupid. I didn’t know where to go or what to do. I spent my days without thinking first. I just want everyone to be happy, but I was forgetting me.  And days gone by and by and by. And here I am, regretting this and that. And here I am, promising myself not to let my daughter to relive the circle.

Protected: thank YOU

Posted by on Tuesday, 16 June, 2015

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Antara P(e)luit dan Siul..

Posted by on Tuesday, 18 March, 2014

Seorang kawan dekat saya dulu, sebut aja namanya Bunga, eh.. jangan.. sebut aja namanya HH , pernah bilang kalau dia punya sodara tinggal di Jakarta. Saya lupa dulu itu kenapa tiba-tiba dia ngomongin Jakarta, dan kenapa juga dia teringat ama sodaranya itu.

Yang jelas, dia bilang sodaranya tinggal di daerah yang namanya Siul, Jakarta.

Saya yang udah beberapa kali ke Jakarta, yakin 80% kalo di Jakarta gak ada daerah yang namanya Siul.

Ada! *Si HH ini ngotot banget.

Gak Ada! Kata Saya dengan kadar keyakinan yang kok ya malah turun jadi 75%, soalnya agak keder ama HH yang keukeuh sureukeuh.

Adaaa!

Kalo mau ngedebat si HH ini emang kudu nyiapin argumen yang kuat. Saya mikir pelan-pelan *kayak kura-kura aja dan tetiba entah kenapa saya kepikiran nyambungin suara siulan dengan suara peluit, dan peluit agak-agak nyerempet nama daerah Pluit yang emang ada di Jakarta toh…?

Bukan Siul kali.. Pluit ya? Tanya saya curiga.

Trus ekspresi HH berubah jadi agak-agak tengsin gitu, bercampur gengsi.  Iyalah. Selama ini dia selalu bisa ngebantai abis argumen saya yang menurutnya jarang logis. Sedangkan saya? Hihihihi… kapan lagi bisa bersuka ria pesta pora ngeledekin HH, gegara dia lebih inget Siul dari pada Pluit cobak.. Hahahaha..

Hari itu saya puas banget bisa ngetawain HH…

~ Hei HH.. Miss your expression on that day! 

Saudade…

Posted by on Thursday, 6 March, 2014

Happy Birthday, Precious…

Posted by on Thursday, 30 January, 2014

Hari ini pukul sembilan tepat, tiga tahun yang lalu, kamu lahir, sayang…

Ibun sudah masuk rumah sakit sejak pukul 10 malam, karena pecah ketuban duluan. Kamu diperkirakan baru akan lahir dua minggu lagi. Makanya saat itu Ibun masih nyantai jalan-jalan di BIP, sekalian cari kado untuk acara akekah sepupuu, Kilau.

Eh, ternyata di perjalanan pulang ketuban ibun pecah. Maklumlah, jalan menuju rumah NinA memang rarenjul. Waktu itu kan walikotanya bukan Ridwan Kamil. Setiba di rumah sakit Ibun segera ditangani, dan dicek bukaan. Ternyata baru bukaan satu. Ibun diberi suntikan untuk mematangkan paru-paru kamu. Kata suster, kontraksi akan muncul makin sering dan makin kuat. Jadi sementara ini bunda harus istirahat dulu.

Sepanjang malam hingga pagi Ibun merasa mulas yang amat sangat. Bolak-balik ke kamar kecil sambil dituntun Ayah. Lalu mencoba pernapasan yang kelas senam hamilnya baru Ibun ikuti satu kali saja. Saat subuh bukaan baru tiga. Dan dokter Djoko menyatakan kalau sampai jam tujuh pagi masih belum nambah juga, Ibun harus diinduksi. Hasilnya? 

Induksi.

Dan mulasnya makin menjadi-jadi. Dan akhirnya sampai juga ke bukaan delapan. Sayangnya ibun sudah terlalu lelah menahan kontraksi sejak semalam. Hampir saja gak kuat. Namun Suster Imas dengan sigap naik ke atas kasur, meletakkan kepala ibun di pangkuannya, lalu membantu mendorong perut ibun dari atas.

Hari ini pukul sembilan tepat, tiga tahun yang lalu, kamu lahir, sayang…

Ibun love you to the moon and back. Semoga kamu diberi-Nya kesempurnaan nikmat dunia akhirat. Dijaga dan dijauhkan dari segala marabahaya, kejahatan, dan kekejaman makhluk-Nya. Menjadi anak sholehah yang jujur, amanah, dan menjadi kebanggaan keluarga. Memberi manfaat bagi sesama, dan memiliki integritas tinggi. Aamiin.