personal thoughts

teh manis

Saya penggemar teh manis. Baik dalam botol–harus dingin–atau di mug. Nikmat sekali meniup-niup lalu menyeruput teh manis panas dalam mug.  Teh dalam kardus kotak boleh juga. Tapi harus masuk ke freezer dulu. Setelah 3/4 beku gunting ujung kotaknya, lalu esnya saya serok pakai sendok kecil.

Aneh, ya? Memang. Tapi saya suka.

Sekarang kesukaan saya ini harus makin saya kurangi. Lupa baca di mana, kadar gula yang kita  konsumsi per hari gak boleh lebih dari 2 sendok teh saja. Padahal gula kan bisa kita dapat dari mana-mana: nasi putih, minuman bersoda, bahkan buah. Sudah pasti jatah 2 sendok teh itu sudah dipenuhi hanya dengan makan siang saja. Maklum, saya makannya banyak.

Kabarnya kadar gula di teh dalam botol bisa mencapai 8 sendok makan. Whaaaattt??? Saya belum cek juga sih, hehe. Silakan googling kalau penasaran. Jadi berapa ons gula yang kita konsumsi kalau kita makan lengkap seharian? Sekali lagi, silakan googling kalau penasaran, hehe. Belum lagi kalau minumnya teh manis. Apapun bentuk kemasannya. Bisa-bisa dalam tiga tahun ke depan kita sudah kena diabetes. Itu baru karena minum minuman manis, ditambah doyan makan makanan enak seperti saya, mungkin kena penyakitnya bisa lebih cepat.

Jadi ketika sore ini saat menunggu jam pulang kantor saya ingin sekali minum teh manis panas, saya memilih minum air putih segelas besar. Terutama karena siang tadi saya sudah minum teh dalam botol, berikut 8 sendok makan gulanya. Hiks.

Comments are closed.