«

»

Jul 15

bangsa yang paling bahagia…

Saya iseng blogwalking ke rumah irma dan nemu tulisan yang bagus sekali. Setidaknya bagus menurut saya, lho. Jadi ternyata kebahagiaan itu berhubungan erat dengan rasa syukur yang kita miliki. Yeahh, tentunya kamu sudah dengar ini sebelumnya.. Tapi dengan tulisan ini saya ingin mengingatkan diri untuk selalu mensyukuri semua hal…

“Bersyukur, dan berbahagia…”

Yang mau baca, silakan:

… dikutip dari milis b2w-indonesia@yahoogroups.com

——————————————————————————————————————————————————

Ada hasil survei terbaru yang lumayan menghebohkan baru-baru ini. Siapakah  “Bangsa yang Paling Bahagia di Dunia”? Apakah bangsa yang paling makmur?  Paling kaya-raya di dunia? Ternyata tidak juga. Amerika hanya ada di urutan 23. Banyak bangsa-bangsa terkaya, menurut survei ini justru tidak terlalu bahagia. Berdasarkan data yang dikumpulkan Adrian White dari Universitas  Leicester, dengan sumber-sumber yang ekstensif (UNESCO, CIA, the New Economics Foundation, WHO, etc), dan mencakup 80.000 responden di seluruh dunia, maka diperoleh hasil, bahwa bangsa paling bahagia di dunia  adalah…  DENMARK. Dan dari sini juga dihasilkan peringkat global bangsa-bangsa,  dari yang paling bahagia sampai yang paling tidak bahagia.

Inilah daftarnya (20 besar, Satisfaction With Life Index) :
1. DENMARK
2. Swiss
3. Austria
4. Islandia
5. Bahama
6. Finlandia
7. Swedia
8. Bhutan
9. Brunei
10. Canada
11. Irlandia
12. Luxemburg
13. Kosta Rika
14. Malta
15. Belanda
16. Antigua
17. Malaysia
18. Selandia Baru
19. Norwegia
20. Seycheles

Dan yang lainnya :
23. Amerika
26. Australia
35. Jerman
41. Inggris
53. Singapura
64. INDONESIA
76. Thailand
82. China
90. Jepang
102. Korea Selatan
125. India

Dan 3 negara yang paling merana hidupnya adalah :
176. Kongo
177. Zimbabwe
178. Burundi.

INDONESIA, lumayan, berada di urutan tengah, dan lebih bahagia dibanding
saudara-saudaranya sesama manusia di Thailand, China, Jepang, Korea, dan
India. Padahal Jepang, Korea Selatan, dan China jelas-jelas jauh lebih kaya
dan makmur dibanding kita.

Kebahagiaan disini diukur dari kepuasaan subyektif masyarakatnya pada
Tingkat Kesehatan (dan juga akses kesehatan murah), Kekayaan Relatif, dan
Akses Ke Pendidikan. Bangsa yang sehat dan ongkos kesehatannya terjangkau, memiliki kekayaan yang cukup, dan tingkat pendidikannya cukup baik katanya akan relatif lebih bahagia.

Tapi faktor yang juga penting disini adalah tingkat Pengharapan, atau
Ekspektasi terhadap hidup. Semakin rendah ekspektasi masyarakatnya, makin mudah dia bersyukur dan berbahagia. Sedang makin tinggi ekspektasi
seseorang, makin banyak Keinginannya, makin sulit dia merasa puas, dan bahagia.

DAN KENAPA DENMARK PALING BAHAGIA?

Berdasarkan penelitian, orang-orang Denmark sangat bahagia karena mereka selalu merasa hidup mereka cukup. Contentment. Mereka tidak sekaya orang Amerika atau Jepang, tidak punya mobil atau rumah super mewah, tapi mereka bersyukur dengan hidup mereka. Mereka kemana-mana juga lebih suka jalan kaki atau naik sepeda, karena lebih menyenangkan, santai, dan udaranya juga segar. Dan mereka tidak usah pusing soal banyak hal, dari mobil yang mesti bagus, pembayarannya, perawatannya, bensinnya, atau macet di jalan. Naik sepeda memang menyenangkan.

Mereka tentu juga ingin hidup lebih baik, sukses, materi, tapi tidak  merasa
perlu sampai diperbudak kesuksesan. Sukses itu penting, tapi menikmati
hidup, keluarga, dan teman adalah nilai hidup yang utama, dan sukses tidak
perlu mengganggu hal itu. Pendidikan disana gratis. Begitu juga dengan biaya kesehatan, dan Jaminan penuh untuk Hari tua. 3 hal yang mungkin terpenting dalam hidup, dan mereka menikmatinya dengan gratis berkat pemerintahan  yang baik.

Masyarakat Denmark ternyata juga cenderung punya harapan yang rendah.
Mereka berusaha, tapi tidak pernah berharap macam-macam. Ini membuat tiap kesuksesan kecil saja sudah membuat mereka begitu bahagia. Dan bila gagal, mereka lebih gampang menerimanya, dan mereka bisa langsung mulai berusaha lagi. Begitu saja.

Dan bangsa-bangsa lain yang “tidak bahagia”, termasuk banyak negara terkaya di dunia, adalah yang orang-orangnya cenderung tidak pernah puas. Mereka terdikte keinginan dan ambisi-ambisinya. Amerika contohnya punya american dreams. Masalahnya, dan ironi terbesarnya adalah, kalau anda sampai begitu bernafsunya mengejar kebahagiaan (dan kebahagiaan yang lebih besar), anda justru akan terjebak. Terjebak dalam pertempuran merebut kebahagiaan yang tidak pernah berakhir, dan anda justru tidak akan pernah merasakan kebahagiaan itu. Dan ini terbukti secara saintifik.

“Happiness is as a butterfly which, when pursued, is always beyond our
grasp. But which if you will sit down quietly, may alight upon you,”
–  Nathaniel Hawthorne  –

Dan itulah bangsa paling bahagia di dunia. Denmark. Sebuah bangsa dengan masyarakat yang:
1. Bersyukur, bersyukur, bersyukur
2. Punya impian dan keinginan yang realistik
3. Tidak membanding-bandingkan dengan orang lain
4. Jaminan dari pemerintah yang cukup

6 comments

Skip to comment form

  1. fajarfaqih

    Pertama kali maen ke blog ini nih ^_^

    1. Desainnya bagus pit, 2 jempol d^o^b
    2. setuju ama natasya, tergantung orangnya juga sih, cuman kan ini hasil survey keseluruhan, jadi wajar. 😀
    3. Kita perlu banyak belajar dari negara seperti Denmark (walaupun kadang rasa benci pada oknum orang Denmark masih ada).

    1. pipitta

      @ fajar : hayahhhh… ini kan dapet di wordpress 🙂 tapi thanks buat hadiah jempolnya hehehehe.. eniweeiiii, kayaknya kalo oknum mah banyak, yah.. di mana-mana ada.. apalagi di Indonesia: segudang! xixixi.. makanya kita belum jadi bangsa yang paling bahagia, kebanyakan oknum siiihh ;p

  2. yendoel

    pemerintah punya peranan penting lho! tapi masih ada faktor lain kali.. kayak pemerintah china, saya merasa lebih baik dari pemerintah indo dalam hal memperhatikan kesejahteraan rakyat dan penyediaan fasum fasos. kalo ada bencana, tentara turun semua lho. seperti kasus badai salju 2008, tentara pada turun tangan, sampai ada yg meninggal karena kedinginan. tapi kebebasan berinformasi atau mendapatkan informasi gak sebebas kalo di indo, lalu pembatasan jumlah anak, dll yg menyebabkan rakyat china banyak yg gak sebahagia rakyat di negara kita. IMHO lho..

    1. pipitta

      @ yendoel : kayanya kalau yang nomer 4 juga tergantung dengan ekspektasi pribadi terhadap pemerintahan, ya… tergantung dengan kebutuhannya. Kalau yang dibutuhkan pendidikan murah atau bahkan gratis, tentunya jika pemerintah menyediakan itu poin kebahagiaan meningkat 🙂 tapi seandainya pemerintah kita juga seperti pemerintah Denmark, sudah pasti bahagia toooh karena serba terjamin kebutuhan dasarnya 🙂

  3. natazya

    hahahahah

    sebetulnya yang atas atas masih bisa bergantung dan kembali pada tiap individu…

    eh begitu yang ke 4 agak susah lagi deh 😆

    yes… manusia itu harus bersyukur… sudah paling penting…

    1. pipitta

      @ natz : iya tuh.. yang ke-4 mah yang paling bikin ga bahagia xixixixixix

Comments have been disabled.

%d bloggers like this: