«

»

Jun 03

Bebaskan Prita Mulyasari!

Setelah heboh kasus Manohara Odelia Pinot, tampaknya akan ada satu kasus lagi yang bikin heboh. *Bukan maksud membandingkan bobot kepentingannya, tapi lebih ke bombardir berita yang saya terima.. ;p*

Kali ini tentang Prita Mulyasari. Saya sendiri baru baca beritanya di halaman depan sebuah koran nasional tadi pagi.

Singkatnya, Ibu Prita yang berobat di RS Omni Internasional tidak puas dengan penanganan salah satu dokter di sana, ketika pindah ke rumah sakit lain, ia merasa dipersulit untuk memperoleh hasil lab dari RS Omni Internasional. Lalu Ibu Prita menulis kronologi pemeriksaan kesehatannya melalui email pribadi yang kemudian tersebar di berbagai milis, termasuk di salah satu situs berita.

Pihak rumah sakit kemudian menuntut Ibu Prita dengan alasan pencemaran nama baik.

What the h**l???

Jadi begitu buka komputer saya langsung cari berita tentang beliau. Selesai baca saya betul-betul jengkel. Keterlaluan banget sih langkah-langkah yang diambil pihak rumah sakit itu. Saya malah makin yakin kalau saya GAK AKAN PERNAH berobat di sana.

Belum lagi sewaktu pengacara rumah sakit itu koar-koar gak takut dengan gerakan boikot yang digelar di situs facebook. Hm, oke deeeeyyyhhh… let’s see…

up date jam 16.58

Selesai meeting sebelum pulang kantor, saya nyempetin baca perkembangan kasus Bu Prita. Ternyata beliau sudah dibebaskan dari Lapas Wanita dengan alasan kemanusiaan. Wow, saya acungkan dua jempol untuk dukungan, support berikut gempuran gencar para blogger di dunia maya bagi Bu Prita.

Sayangnya Bu Prita masih dikenakan status tahanan kota. Padahal yang kita inginkan tentunya bebas tanpa syarat, dong…

Hey, OMNI… what do you think?

Update:

Setelah didesak dan disorot banyak pihak, akhirnya Ibu Prita bebas juga secara hukum.

2 comments

  1. Kue Kering

    sekarang udah ga pernah kecium lagi nama itu gan,,, sudah termakan usia.. hahahaha memang waktu 2009 itu mulai menghebohkan..
    salam gan

    1. pipitta

      hehe.. iya itu postingan udah lama kali 🙂
      salam juga..

Comments have been disabled.

%d bloggers like this: