«

»

May 27

dongeng kehidupan antah berantah

Alkisah di negeri antah berantah, seorang gadis diperlakukan bagai pajangan kristal luar biasa berharga. Kemana-mana selalu didampingi salah satu anggota keluarga. Bahkan ditetapkan tak boleh pacaran hingga usia 17.

Mungkin si gadis lama-lama begah. Hari gini gak bisa pacaran??? GAK BANGET. Dia tinggal di kota metropolitan di mana gadis bawah umur bisa berlaku sesuka hati. Orang tua yang biasa mengekang dilaporkan saja ke Komnas Perlindungan Anak, demi ijin pacaran bisa keluar segera.

Begitulah.

Si gadis lompat dari jendela kamar dan kabur dari rumah. Mengadu pada Komnas Perlindungan Anak bahwa ia telah diperbudak dan jadi tulang punggung keluarga di usia masih begitu muda. Tak hanya itu, bahkan ia sering dipukuli ibunya sendiri. Maka selamatkanlah anak malang ini, wahai KPA. Mungkin begitu kira-kira inti permohonan si gadis.

Para pendengar setia laporan “investigasi kasus dan masalah orang lain” di televisi tentu terhenyak. Kok ternyata sebegitu malang hidup si gadis berwajah boros imut-imut ini.

Apakah ia kabur karena dipaksa seseorang yang katanya pacarnya? Gadis itu menolak mati-matian. Ia keukeuh kabur karena kerasnya perlakuan dari orang tua. Apakah betul ia sering dipukuli orang tua? Giliran orang tua yang menyanggah kabar itu. Jadi berita mana yang benar dan mana yang bualan?

Setelah si gadis berhasil dijemput paksa keluarga, belakangan si gadis mulai bicara. Menyebut-nyebut nama seorang pemuda yang dituduhnya telah mempengaruhi cara berpikirnya, sampai ia berani lompat jendela, kabur dari rumah, hanya pamit pada anjing kesayangan, dan sempat tidur di kantor polisi sebelum ditampung di rumah penampungan sosial.

Hmm.. memangnya si gadis tak punya cukup kecerdasan otak untuk menyadari apa yang telah ia lakukan dan apa resikonya kelak, sehingga perlu menyalahkan orang lain untuk disalahkan?

Tidak hanya itu, bahkan surat cinta sang pemuda dibeberkan pula di media.

Sampai di sini cibiran saya pada drama si gadis yang tadinya tiga cm bertambah menjadi sembilan cm. Well, can you imagine how long is that?

Menurut saya sangat sangat sangat tidak sopan membeberkan surat yang bersifat pribadi pada khalayak ramai. Kalau pun si pemuda telah sangat bersalah pada si gadis, apa perlu dibalas dengan cara norak dan kampungan ini? Sampai-sampai isi surat cinta bisa dikutip dan dibaca seluruh dunia?

Sebelum si gadis mengarahkan telunjuknya untuk menyalahkan orang lain, saya ingin sekali menyodorkan cermin padanya. Lalu berkata: Inilah penjahat sesungguhnya…

*Kisah ini fiktif belaka. Kesamaan cerita, nama dan tempat hanya kebetulan.

6 comments

Skip to comment form

  1. mama damian

    kok mirip2 sama cerita artis sinetron ABG ituuuuuhhh 🙂

    1. pipitta

      hush! ini piktip… 😛

  2. yuyuk

    mmmm ….nganu…mmm…ini fiktif yaa :))
    mungkin kalau cerminnya bisa berkata seperti cermin ajaib, pasti lebih banyak kata lagi yang bakal terburai …:D

    1. pipitta

      iyah… piktip.. hhiihii… 😛

  3. epentje

    oh kisah si gadis dungu yg terenggut keperawanannya berpikir bahwa sang pangeran akan menikahi nya ternyata sang pangeran sudah bertungangan dgn puteri kerajaan lain, classic…… :))

    lalu kemudian gadis dungu menjadi jahat, mengarang cerita, membunuh karakter org tua, meyakinkan dunia bahwa sang pangeran tidak bisa menikahi nya karena peraturan kerajaan,
    dan ternyata ketika dia kabur ke hutan, tidak bertemu dgn 7 kurcaci yg dgn senang hati membantu nya dan sang pangeran pun tak kunjung tiba menikahinya segera, tak ada jalan lain selain kembali ke pangkuan ibu pertiwi

    gadis dungu yg sudah menjadi jahat itu pastinya kecewa dgn sang pangeran dan giliran nya membunuh karakter sang pangeran bukan? classicc…..

    (eh….keren gak summary versi gw? hehehehehe)

    1. pipitta

      wkkkk… LOL.. kereeeeennn.. kereeeeeen..
      *menjura-jura*
      ampun dah kalo udah ketemu ahli cerita fiktif 😛

Comments have been disabled.

%d bloggers like this: