Thinking Out Loud

For A Better 2021

Photo by Olya Kobruseva from Pexels

Udah ada perdebatan netijen budiman belum, kalau tahun baru masehi gak perlu dirayakan, dan mestinya kalau mau lebih meriah mendingan pas tahun baru hijriah aja? To each their own, lah ya… netijen budiman boleh punya opini masing-masing 🙂

Okay, lalu adakah yang menjadikan review tahunan sebagai ritual pribadi yang kudu banget dilakukan, sebelum berpindah ke tahun berikut? Kita bisa sebut itu dengan berbagai macam nama sih: refleksi jelang tahun baru, kilas balik, kaleidoskop, atau juga muhasabah diri. Hmm… apapun namanya saya yakin hal tersebut dilakukan karena keinginan untuk bisa berlaku lebih baik lagi di tahun berikutnya, yekaaaaaan…

Hasil dari refleksi atau muhasabah ini biasanya dijadikan resolusi untuk tahun berikut. Biasanya sih dijembrengin jadi berderet-deret poin sebagai resolusi tahun baru. Hayooooo, ngacung deh, yang suka bikin resolusi tahun baru 🙂 Nah…. trus dari sekian yang melakukan refleksi, lalu buat daftar resolusi, ada banyak gak nih yang bertahan setia dan gigih memenuhi resolusi tahun barunya sampai di akhir tahun tersebut? Atau udah bubar jalan sejak minggu ketiga di bulan Januari kayak saya?

Gak lah, keknya cuma saya doang kok yang bikin daftar resolusi ina-inu panjang banget, trus akhirnya lupa deh sama resolusi sendiri, lalu berbuat kebodohan yang sama dengan tahun lalu dengan alasan mumet gegara rutinitas kerjaan. Haha, sebetulnya kan yang namanya alasan bisa dicari dan diciptakan, ya. Jadi ngaku aja sih, emang kelemahan saya itu susaaaaaaaaaaaaaaaaah banget membiasakan diri untuk disiplin. Mood-moodan kalo kata orang sunda mah. Sungguh cul dogdog tinggal igel. –> peribahasa sunda nih, siapa yang tau artinya cobaaaaaak… Gimana dooooong…

Saya merasa ga perlu ah, bikin review tahun lalu. Udah kebayang soalnya kelakuan dan pilihan saya awur-awuran banget, hahahahahaha… malu nih sama umur… deym. Tapi demi memenuhi ritual di akhir tahun bikin catatan kecil, deh. Catatan saya ini aja:

Alhamdulillah untuk apapun yang terjadi di 2020, dan semoga ke depan saya bisa merespon segala hal dengan lebih baik.

Selamat tinggal, 2020.

Selamat datang, 2021.

Tagged , , ,

About Ibun

Careful, cautious and organized. Likes to criticize. Stubborn. Quiet but able to talk well. Calm and cool. Kind and sympathetic. Concerned and detailed. Sensitive. Thinking generous. Tends to bottle up feelings. Hardly shows emotions. Systematic.
View all posts by Ibun →

1 thought on “For A Better 2021

  1. Netijen emang maha benar :v
    Kalo mod modan si aku juga kadang gtu kak cuman katanya mod lebih parah itu ke wanita apa bener ya haha

    Iya moga tahun ini lebih baik segalanya aamiin

Leave a Reply to Mayuf Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *