personal thoughts

pipitta, wooly, dan gulali..

Akhirnya Wooly dapat kiriman gulali. Pipitta hanya bisa menatap iri. Termangu tak sabar menunggu kapan gulali miliknya akan dikirim.

Pipitta gelisah. Mengira Pak Pos tersesat mencari jalan rumahnya yang berliku-liku. Atau mungkinkah Pak Pos lupa akan pesanannya? Padahal sudah ditulis dalam lembar pesanan dengan tinta tebal berwarna-warni, dan dikirim setiap hari.

Seperti juga Wooly kemarin, sementara ini Pipitta hanya bisa menatap gulali-gulali itu dari kejauhan. Berharap dan berharap dan berharap dan berharap, Pak Pos tidak lupa pesanannya, juga tidak lupa mengirimkannya.

Memeluk erat puding dan kue coklat, Pipitta sekali lagi menulis dalam lembar pemesanan: satu gulali serupa denting harpa, berwarna pastel atau jingga.

Kemudian tak lupa Pipitta mengirimkan telegram.

Selamat ya, Wooly. Gulalimu akhirnya sampai. Seperti kamu, gulaliku kutunggu dengan sabar.

Terinspirasi dari: http://cherryonmybag.co.cc

6 Comments

  1. ehhh… dapet reply dari simboook…. huihuihuiii… senangnyaaaaaaa…. senangnyaaaaa…..

    *telatbarunyadarkalodapetreplydarithemostamazingblogger*

    @simbok : masa sih ceritanya manis dan lucu?? tengkiuuuu… tapi jangan lupa baca juga asal usul si gulali ya mbok, di sini lho… 🙂

    huihuihuiii… senangnyaaaaaaa…. senangnyaaaaa….. simbok mau mampir di sini!!!

  2. “bla..bla..bla.. dan sampai kapanpun wooly akan selalu disini menunggu pippitta untuk mengajak wooly melompat, karena wooly sangat percaya pipitta akan mengajak wooly melopat, bersama gulali berwarna pastel milik pipitta kelak..”

    1. @dea : terima kasih, wooly..

      ya, ya..
      nanti kita akan melompat bersama, mengejar belalang, dan menarikan tarian hujan..

Comments are closed.