personal thoughts

Frankly, my dear, I don’t give a damn.

Saya tidak pernah bertanya kenapa kamu belum juga menikah, atau kenapa kamu belum punya pacar. Saya tidak meminta kamu memamerkan menceritakan siapa, apa, dan bagaimana orang yang kamu akui sedang dekat saat ini.

Jadi jujur saja, saya hampir menampar mulut kurang ajarmu yang berani berkata: KOK MAU, SIH???

Ya, hampir. Tidak jadi karena saya berpikir bukan salahmu juga kalau tidak diajari sopan santun oleh ibumu. Juga ayahmu. Mereka mungkin lupa mengajarimu budi pekerti, atau malah menganggap hal semacam itu TIDAK PENTING, dan kamu boleh bersikap sekurang ajar yang kamu mau.

Suami saya memang tidak tampan, buat kamu mungkin tidak enak dilihat. Ia juga bukan anak pejabat atau orang terkaya nomor sekian di belantara Jakarta ini. Tapi tahukah kamu bahwa ia sangat sangat sangat mencintai dan menyayangi saya?

Ia selalu memperhatikan kesehatan saya. Ia selalu ingin hari-hari saya menyenangkan. Ia selalu memastikan saya merasa nyaman. Ia membolehkan saya melakukan hal-hal yang saya sukai. Saat bertengkar,  dan saya gengsi meminta maaf, ia akan mencium kening saya dan membisikkan permohonan maaf.

Ah, rasanya  model suami seperti itu tidak masuk dalam hitunganmu. Mungkin buatmu suami harus setampan model dan sekaya Paman Gober. Kamu sendiri berkata dengan bangga bahwa kamu matre.

Frankly, my dear, I don’t give a damn.

Apakah kamu matre, melajang hingga kini, berhubungan dengan duda kaya, w.h.a.t.e.v.e.r

Itu semua pilihanmu, dan saya TIDAK PERNAH mempertanyakannya. Saya menghormati pilihan kamu. Jadi rasanya adil kan, kalau saya minta kamu juga menghormati hubungan saya dan suami saat ini? Apapun kekurangan suami, saya terima. Ia pun begitu terhadap saya. Jadi jangan pernah lagi mempertanyakan “kok mau sih” menikah dengan orang seperti suami saya.

PS: Saya bukan ember. Jadi tenang saja, segala ceritamu tentang dia tidak akan keluar dari mulut saya. Kecuali… kecuali kalau kamu sendiri embernya… *wink*

2 Comments

  1. kebiasaan beberapa orang emg gitu pit. sibuk mengurusi orang lain, serasa yg paling sempurna aja…
    sebenernya dia iri kali sama kamu…;)…

    1. Iri?? Masa sih?? 😀

      Saya malah sempet mikir, mungkin dia ngerasa lebih SUPERIOR, makanya kelakuannya kayak gitu..

      *sigh*

      minta ditampol, tuh.. :p

Comments are closed.