«

»

Nov 11

tanpa agunan?? kata siapa..

Ini hutang saya untuk si partner in crime 🙂

Memang sih, saya ga datang di kelasnya. Tapi saya udah janji untuk tetep kasih info soal materi apa aja yang dibahas di kelas financial fund-nya akademi berbagi.

Karena dua kelas terakhir materinya tentang hutang kartu kredit (ini lanjutan minggu sebelumnya, deh) dan profil resiko, saya gak ikut daftar 😛 hehe, bukannya congkak bukannya sombong, tapi yang paling saya tunggu tuh materi tentang investasi, hihihi.. murid gak tau diri nih, milih-milih materi 😛

Nah, tentang hutang kartu kredit ini ada satu statement yang bikin saya penasaran:

Apabila kalian punya hutang tanpa agunan,watch out secara undang2 kalian mengagunkan seluruh harta yg kalian miliki.

Saya sempet nyureng karena gak ngerti maksudnya apa. Memang saat ini saya gak punya hutang tanpa agunan, tapi pernah lho suatu kali saya dibombardir sms dari nomor gak dikenal yang sibuk nawarin kredit tanpa agunan. Tawarannya lumayan bikin mupeng, tapi saya agak anti dengan yang namanya kridit-kriditan, jadi masih bisa cuek.

Balik lagi soal undang-undang tadi, bang aidil secara khusus nyebutin sejumlah pasal: pasal 1131, 1320, dan 1338 KUHPerdata. Lah, emang apa katanya?

Berkat Om Google, sampailah saya di sini dan…. tetep ga ngerti! LOL… astaga… kenapa sih bahasa hukum itu kalau dibaca rasanya kayak pengen jedotin kepala di tembok?

Setelah baca 273 kali, saya nangkepnya gini nih: walaupun judulnya keren, Kredit Tanpa Agunan, tapi secara hukum buat bisa dapetin kredit dari bank biasanya mesti bikin perjanjian kredit, yang nantinya bakal dilanjut dengan perjanjian jaminan/agunan. Di pasal 1131 itu bunyinya kayak gini:

”Segala barang-barang bergerak dan tak bergerak milik debitur, baik yang sudah ada maupun yang akan ada, menjadi jaminan untuk perikatan-perikatan perorangan debitur itu”.

Cmiiw dong buat yang ngerti hukum, berarti judul bombastis Kredit Tanpa Agunan itu maksudnya gimana dong?? Permainan kata-kata belaka, ya??

Pasal 1320 KUHPerdata sih ‘cuma’ menyoal syarat sahnya perjanjian. Saya kutip dari sini:

…perjanjian harus memenuhi 4 syarat agar dapat memiliki kekuatan hukum dan mengikat para pihak yang membuatnya. Hal tersebut adalah:

1) Kesepakatan para pihak;
2) Kecakapan untuk membuat perikatan (misal: cukup umur, tidak dibawah pengampuan dll;
3) menyangkut hal tertentu;
4) adanya causa yang halal
Kalimat-kalimat ini juga masih bikin saya pengen jedotin kepala.. kali ini ke aspal!
Menurut ilmu kanuragan saya yang masih terbatas: ngerti atau nggak, ngeh atau gak, nyadar atau butuh kepaksa, begitu setuju ngambil kredit tanpa agunan ya berarti perjanjiannya udah sah. Gitu, kan? Lahh.. malah gak yakin, hihihii.
Masih menurut  sumber yang sama, pasal 1338 KUHPerdata makin memperkuat pasal 1320 tadi. Bunyinya:

Akibat timbulnya perjanjian tersebut, maka para pihak terikat didalamnya dituntut untuk melaksanakannya dengan baik layaknya undang-undang bagi mereka. Hal ini dinyatakan Pasal 1338 KUHPerdata, yaitu:

(1) perjanjian yang dibuat oleh para pihak secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi
mereka yang membuatnya.
(2) perjanjian yang telah dibuat tidak dapat ditarik kembali kecuali adanya kesepakatan dari
para pihak atau karena adanya alasan yang dibenarkan oleh undang-undang.
(3) Perjanjian harus dilaksanakan dengan iktikat baik.
Hadoooohhh… ini sih gak bisa ngeles, yah? Seandainya yang ngambil kredit tanpa agunan itu ga sanggup bayar cicilan, tetap aja diikat ama pasal-pasal itu, dong. Ditutup dengan sadis ama si pasal 1131 itu tadi. Barang yang sudah ada atau akan ada dijadikan agunan buat ngelunasin cicilan! Hiiiiyyyyy ngeriiiii…
Gak bakalan deh, saya ngambil Kredit Tanpa Agunan kalau begini ceritanya… beneran!
Selanjutnya tentang profil resiko. Saya rangkum aja livetweetnya dari sini, ya!
  • Ada 3 profil resiko: konservatif,moderate dan agresif
  • Setiap produk keuangan pasti tidak ada yang bebas dari resiko
  • Menabung saja ada resiko inflasi
  • Resiko tidak dapat dihindari akan tetapi dpt dikelola. Key : diversifikasi
  • Risiko ada 2 yaitu : spesific risk (internal) dan general/systematic market risk (global)
  • Resiko investasi : Resiko gagal (default), resiko kredit, dan resiko pajak
  • Resiko investasi : resiko inflasi konsumtif (diri kita), resiko bunga, dan resiko mata uang (currency)
  • Resiko investasi : Resiko politic, resiko pasar dan resiko karna suatu hal (bencana,dll)
  • Resiko investasi : Resiko politic, resiko pasar dan resiko karna suatu hal (bencana,dll)
  • Faktor profil resiko: urutan dlm keluarga (anak pertama biasanya safety player dgn toleransi tinggi terhdp kenyamanan)
  • Faktor profil resiko: urutan dlm keluarga (anak bungsu, lebih agresif biasanya ..anak tengah biasanya suka2,agresif ok konservatif jg ok)
  • Profil resiko berdasarkan urutan dlm keluarga hanya pada Umumnya saja. Tetap ada faktor2 lain yg mempengaruhi
  • Faktor profil resiko : Hobby (semakin berbahaya hobby nya dpt kita lihat org tersebut agresif)
  • Apabila hobbynya hanya melibatkan diri sendiri tanpa orang lain,biasanya profil resikonya konservatif
  • Faktor profil resiko:salesmen n businessmen (agresif), planners,architect (agresif wth calculated risk),karyawan dg gaji fixed (konservatif)
  • Faktor profil resiko : durasi investasi (short period – konservatif, long period – agresif)
  • Faktor profil resiko : dana darurat (terlalu byk aset liquid = konservatif)

Sebelum memutuskan untuk investasi, baiknya sih kenali dulu profil resiko diri sendiri. Jangan sampai merasa profilnya agresif, terus beli saham segepok.. ehhhh tiap malam malah gak bisa tidur karena jantung empot-empotan mikirin harga saham yang turun 😛 *eh, ini bukan curcol yahh.. cateeeeettt… Postingan tentang profil resiko yang ini bisa dibaca supaya makin makin makin makin jelas 🙂

Kalau lagi iseng dan ada waktu sebentar, coba-coba aja isi kuesioner ini. Saya gak tau sih, apa dengan ngisi delapan pertanyaan doang udah cukup untuk menilai kayak gimana profil resiko kita. Tapi kan judulnya juga iseng dan coba-coba 😛

Saya baru aja coba. Hasilnya? Balanced.

Halah… maksud loooooo?

6 comments

Skip to comment form

  1. zee

    Aih syukurlah belum pernah ikut ambil agunan ini itu…

    1. pipitta

      hihi.. sama.. walo pernah terbayang-bayang juga mau beli apa seandainya ngambil agunan :p

  2. yuyuk

    beuhh baru tau aku, thanks mbak pencerahannya 😀

    1. pipitta

      hai yuyuk… sama-sama… 🙂

  3. jc

    hihihihi, aku balanced juga hasilnya… artinya apa pit? bagus apa jelek…? xixixix…

    1. pipitta

      aukk… 😀 sama.. ga ngerti.. baru denger ada profil balanced 🙂 mungkin di satu sisi konservatif, di sisi lain agresif?? atau maksudnya moderat? hihihi..

Comments have been disabled.

%d bloggers like this: